Selasa, 28 Juni 2011

Contoh Teks MC Akad Nikah (Nasional) -dua-




Selamat siang Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati

Selamat datang di Gedung ______ Padang Panjang
Assalamualaikum ………..
Salam sejahtera untuk kita semua

Sungguh merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi kita semua bahwa pada siang ini kita dapat hadir dalam suatu perhelatan agung, RESEPSI PERNIKAHAN ______ ,putri pertama Bapak/Ibu ______ dengan ________ putra pertama dari Bapak/Ibu ________

----------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya __________, akan memandu acara Resepsi pernikahan _________ dan _________ sepanjang siang hari ini

Atas nama keluarga Bapak/Ibu _________ dan Bapak/Ibu ______, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu yang telah berkenan meluangkan waktu meringankan langkah untuk hadir pada acara RESEPSI PERNIKAHAN __________ dengan __________
-----------------------------------------------------------------------------------------------------



Hadirin yang kami hormati,
sesaat lagi kita akan menyaksikan 2 keluarga besar akan memasuki gedung pertemuan ini, keluarga besar Bapak _________ dan Ibu _________ dengan keluarga besar Bapak _________ dan Ibu ________
Kita akan menyambut kedatangan 2 keluarga ini yang sekarang telah menjadi 1 keluarga besar


Hadirin yang kami hormati,
Inilah moment yang sangat kita tunggu-tunggu ,sesaat lagi kedua mempelai akan segera memasuki ruangan ini bergabung bersama kita. Sebagai penghormatan dan ungkapan perasaan bahagia , mari kita memberikan sambutan yg meriah kepada kedua mempelai (hadirin dipersilakan berdiri)

Bak Raja dan ratu ..mereka berdua akan hadir ditengah kita semua , _________ dan ____________

Lagu pengiring : lagu pernikahan Minang atau tarian

Mempersilakan kedua orangtua,menempati kursi di pelaminan

-------------------------------------------------------------------------------------
Hadirin yang kami hormati
Sekali lagi kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak/Ibu serta undangan yang telah hadir pada acara Resepsi Pernikahan __________,putri pertama Bapak/Ibu __________ dengan ____________ putra pertama dari Bapak/Ibu _________

Kedua Mempelai telah melaksanakan upacara Akad Nikah pagi tadi pada jam 08.00 bertempat di Gd yang sama yaitu Gd._________

Siang ini kedua Mempelai beserta keluarga ingin membagi kebahagiaan bersama kita semua
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Hadirin yang kami hormati,
inilah kedua mempelai kita dan kedua orang tua yang begitu berbahagia, __________ dan _________

(Minta tepuk tangan dari para undangan yg hadir)

Kehadiran Bapak/Ibu dan para undangan semua merupakan kehormatan bagi kedua mempelai
Semoga dengan doa dan restu dari para hadirin semua, kedua mempelai diberi anugerah dan berkah sepanjang pernikahan mereka, diberi kemampuan membentuk keluarga bahagia, sakinah , mawaddah, warrahmah

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hadirin yang kami hormati
Mari kita mendengarkan sambutan dari pihak keluarga yang akan diwakilkan oleh Bpk _________________

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hadirin yang kami hormati
Kita akan berdoa bersama memohon Ridho Allah SWT yang akan dipandu oleh Bpk ........

mudah-mudahan berkat doa kita semua, kedua mempelai dapat membentuk keluarga bahagia dan sejahtera sepanjang pernikahan mereka
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita awal perkenalan ______ dan __________



Minta aplaus hadirin
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekarang kita masuk ke acara pemberian ucapan selamat dan doa restu kepada kedua mempelai, ramah tamah serta menikmati hidangan yang sudah disediakan

Menginfokan tangga naik dan tangga turun

Sambil menikmati hidangan,kita akan dihibur dengan alunan suara dari __________ Music pimpinan Bapak ___
Mohon tepuk tangan yang meriaaaah untuk ________ dan ______

Lagu pengiring :

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hadirin yang kami muliakan

Kedua mempelai ingin mengabadikan kesempatan yang sangat berbahagia ini dalam foto.
Untuk itu keluarga, rekan-rekan kedua mempelai untuk tidak meninggalkan perjamuan ini.
Rekan-rekan fotografer kami minta untuk bersiap
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Foto bersama:











-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bapak-bapak, Ibu-Ibu serta hadirin yang berbahagia, tidak ada pesta yang tidak berakhir, meskipun kita masih larut dalam suasana bahagia sepanjang hari ini
Dan dengan berat hati waktulah yang membawa kita pada penghujung acara ini.

Kedua mempelai dan seluruh keluarga besar , sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kehadiran anda semua. Tak ada gading yang tak retak, kami mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan pada saat berlangsungnya acara ini.

Sekali lagi, kami mohon doa restu untuk kebahagiaan kedua Mempelai.


Akhir kata saya _______ mengucapkan selamat sore, sampai berjumpa dilain kesempatan.
Wassalamualaikum

Contoh Teks MC Akad Nikah (Nasional)

NO URAIAN
LAGU PENGIRING
1 Pembukaan
Selamat siang Bapak/Ibu serta hadirin yang kami hormati.
Selamat datang di Gedung M.Syafei Padang Panjang
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

2 Bapak,Ibu serta hadirin yang kami hormati
Sungguh merupakan kebahagiaan yang tak terhingga karena pada siang ini kita dapat hadir dalam suatu perhelatan agung, RESEPSI PERNIKAHAN Mira Lovita ,putri pertama Bapak/Ibu Emir Danus dengan Harpindo Yusa putra pertama dari Bapak/Ibu H.Samiun SH

3 Sesaat lagi kita akan menyambut kehadiran kedua mempelai beserta keluarga besar, yang akan bergabung bersama kita pada kesempatan yang berbahagia ini

4 Mengiringi kedua mempelai menuju ke Pelaminan dan untuk mengungkapkan kebahagiaan kita bersama,para hadirin kami persilakan untuk berdiri

Diiringi oleh kedua keluarga besar Bapak/Ibu Emir Danus dan Bapak/Ibu H.Samiun SH yang sekarang telah menjadi satu keluarga besar, kita sama2 merasakan kebahagiaan yang luar biasa


5 Mempersilakan kedua mempelai dan orang tua untuk duduk dipelaminan

6 Bapak/Ibu serta hadirin yang kami hormati
Kedua mempelai sudah melaksanakan upacara Akad Nikah pagi tadi pada jam 08.00 di Gd yang sama yaitu Gd.M.Syafei

7 Atas nama keluarga besar Bapak/Ibu Emir Danus dan Bapak /Ibu H.Samiun SH, kami mengucapkan Selamat datang dan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah berkenan meluangkan waktu , meringankan langkah hadir pada acara Resepsi Pernikahan Mira Lovita dengan Harpindo Yusa

Semoga berkat doa dan restu para hadirin semua kedua mempelai diberi anugerah dan berkah sepanjang pernikahan mereka, diberi kemampuan membentuk keluarga bahagia, sakinah , mawaddah, warrahmah

8 Kita akan mendengarkan kata sambutan dari pihak keluarga kedua mempelai, kepada Bapak …….kami persilakan

9 Cerita ttg awal perkenalan ………………………………….



10 Bapak/Ibu serta hadirin yang kami hormati
Sekarang kita masuk ke acara pemberian ucapan selamat dan doa restu kepada kedua mempelai, ramah tamah serta menikmati hidanganyang sudah disediakan

11 Bapak/Ibu serta hadirin yang kami hormati
Kita akan masuk ke acara Foto Bersama, rekan2 fotografer dimohon bersiap
1.
2.
3
4
5
6
7
8
9
10

11 Bapak/Ibu serta hadirin yang kami hormati
Tanpa terasa akhirnya kita sampai pada penghujung acara
Atas nama keluarga kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga

Mohon diberikan maaf, jika sepanjang penyelenggaraan acara terdapat hal2 yang kurang berkenan

Sekali lagi kami mohon doa restu untuk kebahagiaan kedua mempelai

12 Akhir kata kami ucapkan selamat siang, sampai berjumpa di lain kesempatan
Wasalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh

Minggu, 05 Juni 2011

Petualangan (Kebohongan) Sang Ayah

Judul : Ayahku (bukan) Pembohong
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia, Jakarta
Th. Terbit : 2011, April
Hal : 304 hlm.


“Seratus tahun berlalu. Saat Ayah tiba di pintu gerbang Lembah mereka, setelah berjalan kaki terssaruk-saruk sehari-semalam melewati lereng-lereng terjal, Ali Khan –emir Lembah Bukhara sambil tertawa lebar mengulurkan tangan memeluk Ayah di depan rumah panggungnya yang penuh ukiran indah. Ia bertanya banyak hal tentang kabar dari dunia luar sana, bilang sudah lama sekali lembah mereka tidak didatangi tamu. Ali Khan menganggap ayah bagai sahabatlama, dan dia menghidangkan buah hebat itu, Dam. Ali Kahn menghidangkan sepiring apel emas itu. Ayah belum pernah, tepatnya Ayah tidak pernah membayangkan ada apel seindah itu. Warnanya mengilat, tekstur kulitnya mempesona, dan saat Ayah mengunyahnya, daging apel itu mencair di mulut, lezatnya tidak terkatakan.”

Sepenggal kisah yang diceritakan Ayah pada Dam Kecil. Kisah hebat sarat makna yang tak pernah dibagi Dam kecuali suatu kali, pada Tania, yang kemudian pada kehidupan Dam Dewasa menjadi ibu dari Zas dan Qon, anak Dam. Seorang ayah memiliki gaya berbeda dalam mendidik anaknya. Satu lagi karya Tere Liye berkisah tentang pola pendidikan karakter anak melalui cerita. Bahwa pendidikan itu upaya menemukan kearifan, membangun kehidupan dengan budi pekerti. Dam dan Ayah memiliki karakter yang berbeda.

Setelah kepergian ibunya, Dam tidak lagi mempercayai Ayahnya. Dam tidak menemukan persetujuan logikanya dengan cerita-cerita dari negeri antah berantah itu. Dam marah sebab Ayah tidak jujur dengan penyakit dan kematian Ibu. Bahkan Dam menjauhi serta membenci Ayah disebabkan gelar ‘pembohong’ yang dilekatkannya pada Ayah itu. Hingga Ayah menua ia biarkan Ayah hidup dalam pilihan kesederhanaannya. Ayah menjalaninya, sampai pada suatu kisah, Kisah Danau Para Sufi yang mengantar Ayah ke akhir petualangannya.

Tidak satu cerita yang tak diterima akal Dam. Bahkan Zas dan Qon, juga mencari kebenaran cerita itu di internet. Hasilnya nihil. Tak ada informasi. Kemarahan Dam pada sang Ayah terkait dengan kebenaran adanya kedekatan Ayah dengan Si Nomor Sepuluh, paman Sang Kapten, El Capitano. Juga pada kebenaran negeri indah Lembah Bukhara dan apel emasnya.

Tentang layang-layang suku penguasa angin. Cara hidup yang baik telah dipelajari lebih dulu oleh Suku Penguasa Angin. Penjajah datang. Mereka menanami candu yang dapat dilawan dengan badai garam. Mereka tidak memenangkan pertempuran melawan penjajah itu. Suku Penguasa Angin memenangkan perlawanan ketidak sabaran, menundukkan amarah dan kekerasan hati, bahkan sampai 200 tahun.

Tentang Si Raja Tidur, yang menguasai berbagai bidang keilmuan. Mana mungkin pula, orang sehebat itu lantas datang menemui ibu yang divonis sisa hidupnya oleh dokter. Si Raja Tidur yang sangat berperan dalam kehidupan Ayah. Tentang Akademi Gajah, tempat Dam menemukan kehidupannya. Dilepas Ibu keberangkatannya ke asrama. “Dam, Kau jangan pacaran,” jadilah pesan terakhir Ibu. Tempat ini juga Dam mengakhiri kepercayaannya pada Ayah.

Puncaknya, Dam disuguhi kisah terakhir Ayah. Tentang Danau Para Sufi yang dialami sendiri oleh Ayah. Menggali sumur sedalam mungkin. Setahun berlalu. Air masih keruh. Digali lagi, sampai bertahun-tahun Ayah bekerja keras, hingga menemukan mata air hingga ke dasar batu. Sumber jernih milik danau itu sendiri yang tak akan keruh meski diaduk. Waktu yangtidak sedikit bagi Ayah untuk sekedar menemukan hakikat kebahagiaan.

“Manusia akan merasakan kebahagiaan yang sejati, jika memiliki rasa yang dalam, hati yang lapang, yang tentu tidak mudah mencapainya. Diperlukan kerja keras, membangun benteng diri, menjauh dari dunia, melatih hati siang dan malam. Salah satu jalannya adalah dengan hidup sederhana.“ Alasan mengapa Ayah memilih hidup sederhana dengan Ibu, mantan artis cantik yang menemukan semangat hidup bersama Ayah.

Berbagai kejadian aneh di pemakaman menjadi jawaban tentang kebenaran cerita Ayah. Akhir petualangan kebohongan Ayah bagi seorang Dam. Ayah ternyata bukan Pembohong. Penulis bercerita mengait dua masa.


Alur maju mundur membuat pembaca antusias menikmatinya bab demi bab. Bagaimana Ayah bercerita, Dam serius mendengarkan, Zas dan Qon yang tidak kalah penasarannya. Menarik! ***

Peresensi : Miftahul Hidayati