Posts

Showing posts from 2016

Catatan di Desember

Hai. Mumpung nungguin si Cece mandi, mari sedikit kita buat catatan.

Rasanya cukup lama tak mencatat di Nimiasata. *padahal baru pertengahan November lalu. Aktifitas dan kesibukan tengah teralihkan ke beberapa kegiatan baru. Tapi tak mengapa, dalam Catatan di  Desember ini, kita bercerita ringan dulu saja. Membincang banyak hal, atau *terlalu banyak hal. Semua yang kemudian akan kita banggakan, atau sekedar kita kenang, menjadi sebuah catatan di pengujung 2016 ini.

#tentanghobibaru
Desember menjadi bulan kedua bagi saya belajar menjahit. Ya, meskipun menjahit adalah profesi Ayah sejak dulu, tapi rupanya skill itu tak serta merta menurun sebagaimana gen yang berada di diri anaknya. Ayah adalah pejahit laki-laki, yang kira-kira sudah setengah abad menggeluti bidang ini. Karena Ayah tak begitu bagus memotong bahan untuk pakaianan perempuan, saya jadi terpikir, saya harus bisa. Maka jadilah, secara perlahan, minggu ke minggu, belajar menjahit dari dasar. Agak jenuh memang, awal-awal yang…

Belajar Sabar

Kenapa tak jua belajar kepada sabar

Baru saja terlintas potongan tulisan yang pernah saya tulis dulu. Yang kembali hendak mengulang-ulang pertanyaan itu. Kenapa tak jua belajar (kepada) sabar. Sedangkan Tuhan telah sekian kali banyaknya mengajarkan kita, bersabarlah.. bersabarlah.. Bahwa Dia menyukai orang-orang yang bersabar, bahwa dengan bersabar, itulah yang terbaik.

Jika dihitung melalui Alquran fathurrahman, setidaknya ada 101 kata  صبر dengan berbagai bentuk katanya di dalam Alquran. Ada yang berbentuk pertanyaan, ada pula pernyataan, bahkan ada juga berbentuk kalimat perintah. Dengan begitu banyaknya perintah sabar, kenapa kita tak jua belajar kepada sabar. 

Tentu. Tentu saja kita senantiasa belajar. Tapi menerapkannya, tak semudah membacanya.

Saya sedikit berkesimpulan, kenapa ada anggapan perempuan lebih sabar dibanding laki-laki. Dugaan jawabannya muncul setelah dua minggu lebih ini, saya belajar sabar lewat pekerjaan-pekerjaan perempuan. *--jiah. Ini bukan maksud memunculkan…

Komentar Iklan

Di antara acara televisi yang paling saya sukai adalah : IKLAN.

Ya, tak banyak acara televisi hari-hari ini yang menarik. Tidak seperti zaman-zaman SD dulu,, yang setiap jam 10 hari Sabtu ada film vampir yang selalu ditunggu-tunggu. Atau, jam lima sore, ada film-film anak-anak atau.. telenovela yang digandrungi remaja dan ibu-ibu. Entah sejak kapan bermulanya, acara TV tak lebih menarik daripada iklan-iklan yang terus kreatif, dan juga unik.

Saya termasuk yang suka menonton bagian iklan dari tayangan tv ini. Dari iklan lucu, iklan aneh tak jelas, iklan yang buat bingung, iklan tanpa suara, bahkan iklan yang hanya bermodal kata-kata yang ditayangkan berulang kali. Ada juga iklan mengharukan yang sering tayangnya jelang lebaran.

*yahhh..begitulah, para pembuat iklan terus berlomba menjual dagangannya, semenarik dan seunik mungkin. Namanya juga iklan..

Namun begitu, iklan yang mengandung unsur edukatif tetap ada kok ya, *secaraaa..zaman ini loh ya, yg semua dihitung untung rugi*. Yang p…

Resep : Puding Lumut

Image
Sebenarnya sih resep pudingnya udah lamaaa... tapi yang kekinian itu, namanya. Puding Lumut.
Haha. Karna nama juga bagian inovasi lah ya. Jadi saya bagikan di sini, resep praktisnya. (Buat orang2 yang memang menyukai kepraktisan) Bahan: (seperti agar2 /puding biasa)
- 1 bungkus agar2 satelite. (Ini penting, salah2 nanti kualitasnya bezaa lho)
- telur, dikocok pake garpu
- 1 gelas gula pasir
- daun pandan + esen pandan
- 1/2 gelas santan kental
- garam
- 3,5 gelas air Caranya:
Campurkan agar2 + gula pasir + garam + santan* + sari daun pandan/essen + telur + air. Masak, aduk sampai mendidih.
Setelah mendidih, ga usah diaduk lagi. Biar dia lumutan.
Tuang ke cetakan. Dinginkan. *Karna di rumah adanya kelapa, saya langsung blender kelapa + air satu gelas + daun pandan yang udah di potong cincang. Nantinya digabung sm air yg 2,5 sisanya. Buat variasi, bisa sama puding coklat, nutrijel cokelat, atau susu, atau bening + roti marie, atau.. warna pink juga bisa. Jadilah.. Puding Lumut …

Resep Kue Bolu Koja

Image
Kali ini saya mau share resep Kue Bolu Koja khas Rang Agam, khususnya dari daerah Koto Gadang. Berhubung ini resep turun temurun, maka takaran dan langkah yang dilakukan juga se-adanya, tanpa saya modifikasi. *demi menjaga orisinalitas.. Hehehe.
Siapkan dulu bahan - bahannya, sbb:
santan 4 gelas (ukuran standar) 1/2  kg gula 1/2 kg tepung terigu 2 butir telur 2 sdm margarin/ mentega, lelehkan daun pandan essen pandan 1 sdt garam
Cara : 1. Potong cincang dan blender daun pandan, tambah sedikit air. Ambil sarinya. 2. Campurkan sari pandan dengan santan, jadikan 4 gelas saja. 3. Kocok telur, -tanpa menggunakan mixer- diamkan 4. Siapkan di wadah lain, campuran gula, tepung (yang sudah diayak), dan garam 5. Sirami bahan tepung tadi dengan campuran santan+ pandan. (*bahan tepung yang disiramkan santan ya, bukan sebaliknya. Tujuannya agar tepung tidak menggumpal.) Aduk rata. Tambahkan essen (pewarna pandan, sedikit saja) 6. Tambahkan mentega yang sudah dilelehkan. Tambahkan telur. Aduk. 7…

Si Aku Siswaku (3)

Ini adalah bagian terakhir cerita 'Si Aku Siswaku', sepertinya. Di sini saya tak lagi dengan rasa yang bercampur aduk, mimpi dan harapan untuk membina, upaya-upaya mengajaknya sekolah lagi.

Sehari sebelum Selasa, minggu ini, si Aku tiba-tiba datang ke sekolah. Ia menemui kami, dan menyampaikan kebutuhannya, Rapor. Buku Laporan semester dan mid semester itu ia butuhkan untuk mendaftar di sekolahnya yang baru.

Saya lalu menyiapkan apa yang dimintanya. Meski ia terlihat gugup, sedikit khawatir, dan menjaga kata-kata yang terucap, tapi ada sesuatu yang sedang ia tahan-tahan. Semoga tak terucap, mungkin begitu.

Dari siswa lain, tetangganya, dan seorang guru yang masih di lingkungan rumahnya, saya dengar kabar, bahwa ia telah bersekolah di tempat yang baru. Itu adalah pilihannya. Sedikit kecewa tentu saja. Saya seperti tengah dikhianati. Masih ingat rasanya, bagaimana si nenek bercerita. Masih terbayang pula bagaimana "mendewasakannya' lewat pertemuan-pertemuan. Juga upaya…

Efek Sebuah Diskusi

Keresahan seorang kawan dalam sebuah diskusi suatu kali, membuat saya penasaran dan membaca lebih tentang tema-tema ekonomi, politik, dan hubungannya dengan persoalan pemerintahan hari-hari ini. 
Dari kawan lain saya diberi link ke sebuah blog.. Pustaka Pohon Bodhi.   http://pohonbodhi.blogspot.co.id/
Apakah semua yang tercantum di sana hanyalah teori konspirasi, atau tidak. Merujuk ekonomi kapitalis atau apa. Menyimpulkan peran negara menjadi korporatisme atau ko***isme. Entahlah. Membaca jelas, lebih baik. Masing-masing kita berhak atas kesimpulan pribadi. 
Ini saya copy, salah satu tulisan dari blog tersebut..
Hasil Akhir Hasil dari kredit-sebagai-uang dan gabungannya dengan sistem fractional reserve banking memastikan terjadinya kemiskinan di sebuah populasi.

Tak ada ilmuan / genius manapun yang bisa mengingkari hukum matematika. Filosofi berpikir positif, bertindak positif, dan positif-positif lain apapun juga takkan bisa membatalkan hasil matematika ini.

Setiap tahun, sed…

Anak Usia Dini Hari Ini

Apakah

Manusia dalam hidupnya, jelas memiliki tujuan. Tapi tak semua manusia yang 'hidup' memiliki tujuan yang jelas. Apakah tujuan hidup manusia.
Apakah tujuan manusia hidup adalah kaya.
Apakah tujuan manusia hidup adalah kerja.
Atau, uang.

Apakah manusia inginkan dampak baik setelah hidupnya.
Apakah manusia inginkan hidupnya hari ini, ya hari ini. Kenapa memikirkan dampak. Mari kita ganti, manusia dengan kita.
Apakah kita memiliki tujuan yang jelas.
Apakah tujuan kita adalah bahagia.
Apakah tujuan kita adalah surga. Bukankah bahagia dan surga, adalah dampak dari kehidupan manusia.
Bagaimana sekiranya tak ada surga kelak.
Bagaimana jika, bahagia tidak bertemu simpulnya. Apakah kita inginkan ternama.
Apakah kita ingin, dampak kehidupan kita berjasa bagi sesama.
Bukankah,, manusia mati meninggalkan nama, tersebab jasanya pada sesama. Apakah setiap hela nafas dan semua aktifitas kita bermuara pada kehendak sang Pencipta.
Apakah Sang Pencipta memudahkan harapan-harapan dan …

Belajar Kepada Air

Baru beberapa hari lalu saya melihat postingan seorang pejabat daerah, yang melakukan serah terima dengan pihak propinsi, terkait pemindahan guru SLTA dari kabupaten kota ke propinsi. Saat itu, saya langsung berpikir, kapan akan melanjutkan perjuangan yang tengah terhenti ini. Rencana demi rencana pun disusun ulang. Saya akan datangi kantor X propinsi, pada hari itu, lalu menunggu kabar lagi, apakah bahan tersebut diteruskan ke pusat atau bagaimana. Sudah terbayang jalan-jalan dan pos-posnya.

Tapi, dalam bayang itu yang belum terlaksana, sudah keluar lagi aturan baru. Tentang Ali*fungsi. Katanya, semua guru yang terdampak K-13 direkomendasikan untuk ikut program itu. Dan saya, -yang entah terdampak k-13 atau terdampak sistem yang lahir prematur/ tak sempurna kelahirannya-, mencari lebih banyak referensi tentang program al*h f*ngsi itu.

Ada beberapa hal yang saya pahami, pertama, saya termasuk dalam kategori guru bahasa asing, kedua, saya mengampu mata pelajaran yang termasuk dalam pr…

Si Aku, Siswaku (2)

Masih ingat kisah si Aku, siswa saya yang bermasalah dengan hari Selasa? Ya, mari kita lanjutkan ceritanya.

Perkara si Aku, sampai ke pejabat sekolah. Laporan para guru, -khususnya guru hari Selasa- memberi peringatan 'keras' kepada si Aku pasca mid semester ini. Ia juga terancam tidak dapat mengikuti kegiatan praktek kerja industri awal tahun depan. Itu sama halnya dengan ia tidak dapat naik ke kelas dua belas.

Saya dan guru kejuruan yang waktu itu ke rumahnya, memanggil lagi si Aku. Bergantian kami bertanya. Berbagai cara. Dari seperti berbicara dengan orang dewasa, serius, dan to the point sampai ke yang paling lembut dan langsung TAP ke hati. Semua jurus dikeluarkan. Dari emosi marah sampai hampir-hampir menyerah menunggu tanggapannya. Aduh... beginilah. Berhadapan dengan anak terlanjur dewasa oleh masalah, tapi tetap saja butuh,,butuh keadaan dia diterima sebagaimana seorang anak.  

Saya terpikir, dalam aturan sistem saat ini, ia sudah sepatutnya menandatangani surat per…

Limit

Image
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Q.S. Al-A’raf: 34).
Setiap umat ada masanya. Setiap alat ada expirenya. Setiap anak ada zamannya. Setiap zaman ada anak zamannya. Dan kita, tak akan berada pada keadaan serupa, tempat yang sama, posisi yang tetap, peran yang sama, selamanya.
Mesti ada yang berganti. Tentang perubahan itu, ya wajarlah..
Hm.hm. Yang lalu, ya akan berlalu. Dan tak  akan kembali siapa yang telah mati. Itulah limitnya. 

Makna Kata

Tadinya mau nulis makna kata اولياء dengan merujuk kamus dan alquran fathur rahman begitu... Bukan karena ada yang lagi viral di medsos ya. Tapi, karena memang baru beberapa hari lalu lagi baca al quran ketemu ayat tentang larangan menjadikam orang kepercayaan dari selain se-kalangan. Saya bacanya ali imran 118. Sekarang, ga jadi lah..*ga terlalu serius maksudnya*, udah terlalu banyak yang membahas dan menerjemahkan dengan keinginan akalnya. Dan, pastinya momen pilkada di *sana* saat ini semua jadi serba politis. -_- Singkatnya, secara umum kita mungkin bisa kelompokkan kepada dua, makna kata itu. Pertama, secara teologis. Kedua, secara sosiologis. Ada ayat yang menggunakan kata اولياء untuk pembahasan teologis. Misalnya, qs 2: 257. Ada juga untuk hal-hal sosial..seperti qs 5:51.Secara bahasa kata Auliya'/ اولياء berarti wali, wakil, penuntun, mursyid, pembimbing, pelaksana, caretaker, penolong, pemilik, sekutu, penanggung jawab, kepala/pimpinan. Kalo raain/ راع :lebih kepada yang…

Si Aku, Siswaku (1)

Image
Siang itu waktu menunjukkan pukul 14.50 Wib. Saya bermaksud melakukan kunjungan rumah (home visit) ke rumah salah satu siswa. Ya, pada kasus-kasus tertentu, saya memang merasa butuh untuk melakukan kunjungan rumah siswa. Melihat langsung kehidupannya, mungkin juga merasakan, memberi makna dan mungkin juga kemudian mensyukuri banyak hal dari kunjungan tersebut. Dan, saya menyukai kegiatan ini. Bersama seorang guru kejuruan, kami berangkat menuju rumah si siswa.
Rumah itu, berjarak hanya beberapa kilometer dari sekolah kami. Nuansa desa yang damai begitu terasa saat saya sampai di rumah itu. Bayangkan saja, kita mendengar aliran gemericik air yang mengalir dari sawah, melintasi parit kecil tepat di depan rumah itu. Sisi kiri rumah itu dan bagian depan, dihadapkan dengan tanaman padi yang mulai menguning. Sisi kanan, selain bersebelahan dengan rumah tetangga, juga ada kolam ikan. Bagian samping rumah, adalah kandang ayam. Arah belakang rumah terdapat dapur kayu. Selain itu, rumah sederh…

Tips Tubing bagi Pemula

Image
Petualangan menyusuri sungai, mengikuti alirannya dengan menggunakan ban karet, dikenal dengan river tubing. Ada banyak daerah di Indonesia yang sudah mengembangkan aktifitas ini sebagai bagian dari wisata daerahnya. Salah satunya, adalah Ombilin River Tubing yang ada di Ombilin, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. 
Dengan pilihan jalur santai dan level ektrim yang disediakan oleh operator wisata, Karambia Tours, pengunjung dapat menyesuaikan estimasi biaya dan waktunya. Untuk jarak mencapai 6 km, dibutuhkan waktu lebih dari dua jam. Tidak demikian dengan jalur santai. Tingkat tantangan yang diperoleh tentunya juga tidak sama.
Bagi Anda, yang baru pertama kali akan melakukan kegiatan ini, hendaknya memperhatikan beberapa tips berikut.  Pastikan Anda membawa kelengkapan peralatan dan kebutuhan pribadi.Terapkan dan gunakan sunblock sebelum memulai. Saat tubing, mengalir bersama aliran sungai, kita akan langsung diterpa sinar matahari. Jadi bila perlu, gunakanlah kacamata hitam (yang…

Sosok Perempuan Inspiratif (1)

Image
Yessi Endriani Ramlan N.

Indonesia memiliki begitu banyak perempuan inspiratif. Perempuan inspiratif itu, tak hanya punya kepercayaan diri yang kuat tetapi juga mampu menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya. Kota Bukittinggi memiliki sosok perempuan inspiratif yang tak sekedar mandiri secara ekonomi, tetapi juga menjadi teladan dalam membina rumah tangganya. Dialah Yessi Endriani. Seorang perempuan kelahiran Bukik Kulirik, pada tanggal 24 Desember tahun 1967. Yesi merupakan anak dari bapak Y. Dt. Rajo Mogo.
Yessi berpandangan bahwa seorang perempuan tidak boleh melupakan kodratnya selaku istri dan juga ibu. Di samping itu, perempuan tentu saja boleh berkarir, berkarya dan berprofesi di bidang apapun. Tugas terberat dari seorang perempuan adalah menjadi ibu dan teladan bagi anak-anaknya. Perempuan sebagai pendamping suami, lebih bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya untuk menjadi generasi terbaik penerus bangsa.
Pandangan seperti itu, tidak terlepas dari proses p…