Belajarlah mencintai dengan ketulusan...
Pada cinta romantis.
Pada cinta ayah dan anaknya.
Pada cinta antar sahabat.
karna pada ketulusan itu, ada kesetiaan, pengorbanan dan kesabaran.
Tulus itu, terlihat melalui tatapan, terasa lewat sentuhan, tergetar dalam ujaran.
Tulus itu, selalu ingin tau, apa, mengapa dan bagaimana, bukan pula membatasi dan intervensi.
Tulus itu, selalu memberi kabar, meski sering tak dikabari.
Tulus itu, meyakini hati dan kekuatan doa, meski jarang ditanggapi.
Tulus itu, rela pada apapun asalkan begitulah yang lebih baik.
Tulus itu, mengingat dan mengharap saat terbaik bersama.
Tulus itu, nyaris mendekati kebodohan.
Tulus itu, mencintai apa adanya, mensyukuri dan memaknai.
Ketulusan kadang membosankan. Menyebalkan. Tak ada tantangan.
Dan karna ketulusan itu pula, akhirnya rela MELEPASKAN atau mundur dan MENGHINDAR.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Catatan Tentang Perubahan CP PAI dari BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 ke BKPDM Nomor 020 Tahun 2026
Literasi Al-Qur'an Jangan Terlupakan dalam Capaian Pembelajaran PAI Pembaruan Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Agama Islam melalui K...
-
Tradisi Manyerak Bareh Kunik, merupakan salah satu bagian upacara adat pernikahan di Nagari Gunung, Padang Panjang. Berikut pantun yang ...
-
Bagian kedua Pantun Manyerak Bareh Kunik .. Janjirak buah janjuri Tiradah daun jilatang Tumbuah di batang baringin sonsang Siriah gal...
-
Manolah niniak mamak, cadiak pandai, suluah bendang dalam nagari, bundo kanduang limpapeh rumah nan gadang. Sairiang balam jo barabah Bara...

cinta dan ketulusan,
ReplyDeletebukan cinta namanya klw ngk gila,,karena gila itu lah jadinya tulus:)
haha,,jiplak Mario Teguh tuh... :p
ReplyDelete