Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

4.10.16

Tips Tubing bagi Pemula

Petualangan menyusuri sungai, mengikuti alirannya dengan menggunakan ban karet, dikenal dengan river tubing. Ada banyak daerah di Indonesia yang sudah mengembangkan aktifitas ini sebagai bagian dari wisata daerahnya. Salah satunya, adalah Ombilin River Tubing yang ada di Ombilin, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. 

Tubing santai [sumber foto: JR]
Dengan pilihan jalur santai dan level ektrim yang disediakan oleh operator wisata, Karambia Tours, pengunjung dapat menyesuaikan estimasi biaya dan waktunya. Untuk jarak mencapai 6 km, dibutuhkan waktu lebih dari dua jam. Tidak demikian dengan jalur santai. Tingkat tantangan yang diperoleh tentunya juga tidak sama.

Bagi Anda, yang baru pertama kali akan melakukan kegiatan ini, hendaknya memperhatikan beberapa tips berikut. 
  1. Pastikan Anda membawa kelengkapan peralatan dan kebutuhan pribadi.
  2. Terapkan dan gunakan sunblock sebelum memulai. Saat tubing, mengalir bersama aliran sungai, kita akan langsung diterpa sinar matahari. Jadi bila perlu, gunakanlah kacamata hitam (yang murah aja..biar kalo nanti hanyut terbawa arus, jatuh atau pecah, tak perlu bersedih. Haha) 
  3. Gunakan sandal yang nyaman, untuk kondisi air dan tak mudah lepas. Atau pakailah sepatu air, mungkin juga sepatu tua Anda, karena kita tak pernah tau seberapa ramah dasar sungai terhadap kaki kita.
  4. Pastikan Anda memilih pakaian yang tepat, nyaman dan menutup tubuh. (Bagi muslim/muslimah tau lah ya, batasannya.) Bagi yang khawatir warna kulit berubah lebih gelap *mungkin lebih eksotis*, tapi tidak merata, saya sarankan pakailah man(g)set atau baju lengan panjang. 
  5. Sebelum melakukan kegiatan, berdoa dulu tentunya. 
  6. Saat tubing, jangan menentang arus. Jika coba-coba menantang atau melawan arus, bersiap saja badan pegal nantinya. Ya, kira-kira pepatah 'biarkan seperti air mengalir' tepat sekali untuk kita bisa menikmati perjalanan. Biarkan, air yang mengantarkan, kita tinggal duduk nyaman di atas ban.
  7. Luruskan posisi tubuh tepat di atas ban saat berada di jeram. 

8. Dan, jika Anda tubing secara berkelompok, akan lebih seru untuk membentuk berbagai formasi menarik. Untuk bisa melakukannya, kekompakan adalah modal utama. 
9. Tubing secara berkoloni juga baik pada aliran arus deras, jika Anda khawatir akan meluncur sendiri, atau tertinggal sendirian.

Berkoloni lebih asik
  Itulah sembilan tips tubing bagi pemula yang saya dapatkan setelah tubing bareng Karambia Tours di Sungai Batang Ombilin beberapa waktu lalu. 
Jika merasa sudah mahir, dan bosan dengan medan yang itu-itu saja, silakan dicoba tubing berbagai cara dan gaya versi kamu yang lebih menantang. Selamat tubing!

1.10.14

Radang Tenggorokan


Kadang, sakit itu bernilai baik untuk kita. Prosesi wisuda ful-ful-an yang tidak dibarengi dengan suplai gizi dan pola istirahat yang baik membuat sistem imun tubuh saya akhirnya menyerah. Alarm dilengkingkannya lewat tenggorokan. Ya, saya diserang radang tenggorokan. Nilai baiknya, saya akhirnya sempat buka blog ini. hihi

Seorang teman di sekolah bertanya, saya teriak-teriak dimana, hingga diserang radang tenggorokan. Haha. Tidak, tidak. Radang tenggorokan merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Katanya, tertular virusnya sekitar 2-7 hari sebelumnya. Adapula yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.  Infeksi tersebab bakteri ini perlu penanganan serius dari dokter, karena dikhawatirkan dapat menjalar ke katup jantung dan dapat menyebabkan penyakit Demam Rhematik.

Saat terasa sakit ketika menelan, saya berpikir kalau itu adalah amandel yang meradang. Dulu sewaktu masih SD saya pernah sakit itu sih. Hihi. Isu yang terekam oleh saya dari dulu, penyakit itu karena sering makan permen karet dan es. Ya, akhir-akhir ini saya memang tidak memperdulikan pantangan itu lagi. Dan, ternyata sakit yang saya rasakan bukanlah akibat amandel yang meradang, tapi radang tenggorokan. Setelah cari-cari di internet, wow! mengerikan. gambar-gambar akibat radang tenggorokan itu amat mengerikan.
Merah, bintik putih, dan adapula yang lebih parah.

Ciri-ciri lain dari penyakit ini adalah bagian tenggorokan berwarna merah cerah. Suhu badan meningkat atau demam dan sering kali disertai dengan menggigil. Malam sebelumnya memang saya rasakan dingin sangat.

FG Troches
Solusinya, setelah saya konsultasikan ke dokter, katanya perbanyaklah minum air putih hangat. Berkumur dengan air garam juga bisa dan makan permen mint. Sedang antibiotik yang saya konsumsi saat ini adalah FG Troches.

Selain itu, yang lebih utama adalah menjaga pola makan yang lebih teratur, pola istirahat dan hal-hal yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun.



So, untuk ke sekian kalinya, saya menghimbau, mariiiiii.... makan teratur, suplai gizi cukup, istirahat yang cukup, dannn bagi teman-teman saya yang masih merokok, untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. ITU! 

:)

7.10.13

Tips Membimbing LKTI



Jika Anda seorang guru/pendidik, ada kalanya akan diberikan tugas pada bidang yang tidak menjadi tanggung jawab Anda. Seperti saya. (hallaah..curhat mode on). Jangan khawatir. Dan ini serius, sesuatu yang saya dapat hanya lewat pengalaman berharga. Barangkali jika bukan saya yang saat itu dipercaya membimbing dan mendampingi, tentu hal-hal yang akan saya bagi ini tak pernah ada. 
 
Saya bertugas di sekolah menengah, kejuruan dengan bidang keahlian Teknologi informasi. Jurusan yang ada di sekolah itu adalah yang berkaitan dengan software, hardware dan media-desain. Dengan hobi membaca dan menulis yang dimiliki, juga pengalaman aktif di lembaga pers mahasiswa, yang notabene berhubungan langsung dengan dunia tulis menulis, saya terpilih membimbing lomba yang masuk beberapa bulan lalu. 

Pertama kali, saat ada iven Pekan Konstitusi yang diselenggarakan Universitas Andalas, Padang. Sebelumnya, sekolah kami sempat menjuarai lomba cerdas cermas IV pilar berbangsa sampai ke semifinal di provinsi. Atas prestasi itu, -barangkali- sekolah kami kemudian diundang pada pekan konstitusi tersebut. Selain cerdas cermat tentang Hukum dan perundangan, ada satu lomba Karya Tulis Ilmiah. Itulah kali pertama saya belajar lebih fokus mengenal, dan membimbing KTI. Kali pertama ikut, dengan dua utusan peserta KTI, yang satu kita beroleh juara II (judulnya : Monopoli Hukum Sebagai Sarana Untuk Pembentukan Karakter Generasi Muda Indonesia), satunya lagi (Osis KVK), belum beruntung. hehehe. 



Setelah itu, setiap kali undangan lomba kepenulisan kreatif, populer dan KTI masuk, saya ambil peran untuk berbagi pengalaman-pengalaman dari kemenangan pertama kami. Jika menang, memanglah senang. Jika tak lolos, saya harus bersiap dengan tisu. 

Dari cerita saya barusan, apakah kita senasib? Kalau begitu,,saya akan bagi beberapa tips membimbing LKTI berikut:
  1. Perhatikan dan pahami aturan lomba. Setiap penyelenggara memiliki aturan main sendiri. Memahami term/tur kegiatan adalah penting. Sebagian panitia menyiapkan sampai detil penulisan, kita tinggal mengikuti versi yang ditentukan. Yang utama, adalah pertimbangkan tema
  2. Perhatikan deadline. Jika kita merasa mampu membimbing dengan tema yang telah ditentukan, bisa belajar dan ada gambaran ide, selanjutnya adalah... 
  3. Kumpulkan siswa. Saat mengumpulkan siswa, saya selalu awali dengan gambaran ide yang sudah saya stok sebelumnya. Lalu, memberi kesempatan mereka berpikir lebih kreatif, beri waktu satu atau dua hari, searching dan mempersiapkan ide mereka masing-masing.  
  4.  Setelah waktu yang dijanjikan, bahaslah tema pilihan mereka itu, diskusikan.
  5. Setelah tema oke, barulah kita masuk bagian kepenulisan. Berikan gambaran sebuah tulisan ilmiah, bagaimana membuat outline. Kenalkan dan ulang-ulang lagi soal EYD yang kadang dianggap sepele
  6. Menulis, beri deadline beberapa hari. (ini sih kondisional)
  7. Diskusikan dan perjelas kesalahan-kesalahan dalam menulis ilmiah. Ketepatan sasaran, perjelas tujuan dari tulisan. Edit terakhir. Lalu, mereka yang print, atau kirim softnya. Tetap dengan pantauan kita. 

Jika diminta melampirkan sejumlah data, seperti fotokopi kartu pelajar, fotokopi bukti transfer registrasi, fotokopi lain-lainnya, maka pastikan satu siswa yang menghandle urusan administrasi ini.

Jika masuk final, persiapkan presentasi. Langkahnya:
1.       Berikan gambaran beda presentasi dan tulisan, tujuan masing-masingnya
2.       Bagi kepada beberapa hal, pendahuluan berupa latar belakang,  isi gagasan, dan penutup
3.       Selipkan gambar/desain agar audiens lebih paham
4.       Presentasi bukan untuk memindahkan tulisan yang ada pada KTI, tapi membuatkan kerangka yang dijelaskan oleh presentator
5.       Jika slide sudah selesai, siswa diminta membuatkan apa yang akan disampaikannya
6.       Memperbaiki dan mengoreksi bahasa lisan
7.       Latihan mempresentasikan karya tulis ilmiah
8.       Hindari menggunakan kata mungkin, barangkali, dan ragu-ragu. Jangan pula terkesan sombong dan arogan. Kebenaran yang diteliti, boleh jadi milik kita. Tapi tidak tertutup kemungkinan orang lain menemukan kebenaran lainnya.
9.       Sebelum presentasi jangan lupa memperkenalkan diri
10.   Perhatikan pembagian waktu. Biasanya, waktu 15 menit. Atau, waktu yang ditentukan panitia, jangan terlalu kurang atau berlebih.
11.   Perhatikan bodylanguage saat presentasi, senyum dan sapaan kepada dewan juri dan hadirin.
12.   Perhatikan posisi berdiri, Jangan membelakangi audiens. 
13. Jika tim terdiri dari dua orang, tentukan peran masing-masingnya, sebagai presentator dan operator. Jika lebih, bagi tugas agar tidak didominasi satu orang saja.

Saat tanya jawab dengan juri:
Ada berbagai gaya juri dalam memberikan pertanyaan. Pahami maksud dan cari kata-kata inti dalam kalimat juri itu. Hindari menentang dan mendebat juri.Ketahui, apakah maksud pertanyaan juri adalah menguji -baik pengetahuan, daya pertahanan gagasan/ide, kestabilan- atau benar-benar butuh penjelasan lebih tentang gagasan yang dipaparkan.
Dan, tentu saja gunakan kata sapaan sebelum presentasi dan menjawab pertanyaan juri. Istilah Minangnya, mangecek ba ujuang ba pangka. Itu adalah tambahan yang memberi arti, santun. 

 Dan, saya mulai menyukai pekerjaan ini. Setelah beberapa prestasi, kita tertantang mencari lomba LKTI, dalam dan luar propinsi, lagi dan lagi. Hehehe. Semoga bermanfaat. :)

8.4.13

Dari Hujan ke Bakso Tikus

Dua hari di Padang, aduhai  kota tepi pantai ini telah berubah beku. Membuat langkahku kaku. Kaki lalu terseret satu-satu. Tapi siang itu, di hari Minggu, kami tak lagi beku. Tepatnya pikiran kami dihangatkan oleh ilmu dan cerita-cerita lainnya. 

Dosenku berbagi cerita tentang banyak hal di luar materi kami, bahasa. Dia bercerita tentang nasi padang dan warung tegal. Juga tentang bakso asli dan campuran daging aneh. Hasilnya, rekomendasi untuk makan di resto mahal atau bawa bekal sendiri demi keamanan diri.

Nah, sebagai catatan kuliah, baiklah, saia akan bagikan di sini.
Pertama tentang nasi padang dan warung tegal. Adakah yang tahu persamaan sekaligus perbedaannya?
Persamaan, tentunya sama-sama warung makan. Yang satu dengan embel-embel daerah Padang, satu lagi nama daerah Tegal.
Perbedaannya? Perbedaannya juga kentara sekali.
Ya, dari segi harga, saku mahasiswa -ekstra biasa- lebih pas sama warung tegal. Katanya, nasi padang lebih mahal. Ada juga yang bilang, dari kebersihan dan bahan pokoknya berbeda. Dari kualitasnya, kira-kira begitu. Wallahu a'lam juga sih ya, saia ga mau aja ada unsur SARA di sini.

Ada lagi cerita, katanya beberapa waktu lalu, ada isu kalau bakso di suatu tempat di kota X dicampur dengan daging kera, daging ular, juga ada yang daging tikus. Ihhh....ngeri, ngebayanginnya. Campuran itu diketahui dari pelanggan yang menemukan ekor tikus dalam bakso yang dia makan. *isssyyyy...*


Tapi, sebagai pembelajaran buat kita-kita, demi keamanan perut, kalau mau makan ada baiknya memperhatikan tips berikut:
1. mau makan di mana saja, mau warteg atau nasi padang, perhatikan dulu kebersihan tempatnya, orang yang jual. Sesekali, 'mampirlah' ke dapur tempat mereka memasak makanan itu. Biasanya, bersihnya dapur mencerminkan bersihnya makanan yang dimasak dan juga orang yang memasaknya.

2. Hati-hati dengan makanan pinggir jalan. Jajanan enak lagi murah, itu perlu diragunakan kehalalannya. Baik atau tidaknya. Mana ada sih, modal makanan murah yang rasanya bersaing, kalau bukan karena 'sesuatu'. Nah, sesuatu itu bisa jadi melepaskan filter 'halal' cap MUI. Boleh jadi memang ada cap MUI. Tapi siapa yang menjamin, kualitas 'halal' itu dilakukan mereka sepanjang waktu. Atau, dapat lisensi dari BPOM tentang aman/sehat tidaknya. Toh, ada saja kemungkinan setelah dicek, akan ada 'sesuatu' lagi.

Khusus untuk bakso, mari meneliti, mencari tahu, warung bakso mana yang bebas borak mana yang tidak. Setidaknya, jika akan memakan bakso 'luar' juga, hindari bakso yang terlalu kenyal. Orang sekarang harga daging 90ribu rupiah per kilogram, ya, ga mungkin bakso segede gitu, isinya daging sekian persen. Mungkin saja ada pengenyal dan 'sesuatu'. Katanya, lebih baik sih, bikin bakso sendiri. Search di internet resep membuat bakso. Belanja sendiri bahan-bahannya. Mengetahui kualitas bahan tersebut, tentu lebih savety. Walaupun, secara rasa, saya yakin tak akan seenak di warung-warung bakso kenamaan di kota kita.

3. Yang ini, agak gimana ya. Pilihlah tempat makan yang terpercaya, berkualitas dan terjamin kehalalannya. Atau lebih baik bawa bekal sendiri. Karena, fastfood kebanyakan, mengkhawatirkan. Rawan lemak yang memicu kanker lah, rawan halal cara semblihnya, rawan kecocokan dengan perut 'pribumi' macam saia ini. Hahahaha.

Yah,  okelah. Segitu dulu ceritanya. Dari hujan sampai ke bakso tikus toh? :D
Tetap hati-hati soal makanan ya. 





26.9.12

Tips Menulis : Pola Penyajian Artikel

Kesulitan menulis artikel? Bingung mau mulai darimana? Nah, berikut saya kutip beberapa poin penting tentang pola penyajian artikel dari sebuah buku.

Menurut Soeseno (1982: 16-17) setidaknya ada lima pola yang bisa digunakan untuk menyajikan artikel, yaitu:
  1. Pola pemecahan topik
    Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan, menjadi subtopik atau sub bagian dan lebih sempit, kemudian menganalisa masing-masingnya.
  2. Pola masalah dan pemecahannya
    Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah. Baik itu satu masalah pokok, maupun beberapa masalah, namun masih berada dalam lingkup pokok bahasan utama. Selanjutnya dianalisa, sesuai dengan pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang ilmu yang bersangkutan.
  3. Pola kronologi
    Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, kebersinambungan, keberlanjutan sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.
  4. Pola pendapat dan alasan pemikiran
    Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. Kemudian berargumen secara jelas tentang hal tersebut.
  5. Pola pembandingan
    Pola ini sama seperti gaya penulisan komparatif. yaitu dengan membandingkan dua aspek atau lebih dari suatu topik lalu menunjukkan persamaan atau perbedaannya. 

    Masing-masing cara ini menarik untuk dicoba. Jika dalam menulis kita telah terbiasa dengan satu pola, ada baiknya mencoba dengan pola-pola lainnya. 

    Pastinya, terus mencoba (menulis) selalu lebih efektif menjadi pengalaman berharga daripada teori-teori kepenulisan sehebat apapun.

Refleksi Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana Satuan Pendidikan

  Tiga hari terakhir saya fokus pada satu kegiatan yang bagi saya cukup istimewa: menjadi fasilitator dalam kegiatan Kesiapsiagaan Bencana b...