25.10.11

Mata Air

Keringkan saja mata airnya Tuhan. Kukira tak akan ada lagi musafir haus dan butuh airnya. Jalan ini sudah kututup rapat. Tak banyak yang tau. Dibalik sarang laba-laba dan semak ini ada jalan menuju mata air kami. Sedang, mereka, kukira tak lagi mengingat, apalah lagi berniat tuk kembali.

Refleksi Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana Satuan Pendidikan

  Tiga hari terakhir saya fokus pada satu kegiatan yang bagi saya cukup istimewa: menjadi fasilitator dalam kegiatan Kesiapsiagaan Bencana b...