25.10.11

Mata Air

Keringkan saja mata airnya Tuhan. Kukira tak akan ada lagi musafir haus dan butuh airnya. Jalan ini sudah kututup rapat. Tak banyak yang tau. Dibalik sarang laba-laba dan semak ini ada jalan menuju mata air kami. Sedang, mereka, kukira tak lagi mengingat, apalah lagi berniat tuk kembali.

Selamat Jalan Kuyut

 Malam hari di rumah kami kadang tidak selalu diisi dongeng sebelum tidur. Kadang, saya membacakan puisi kepada anak perempuan saya yang bar...