25.10.11

PEREMPUAN

Perempuan itu seperti bulan.
Menjadi Sabit. Bulan separo. Purnama. Lalu kembali menjadi Sabit.
Ada masa dan rasa magis yang membuatnya seakan goyah tak kokoh dalam langkah.
Atau bingung tak yakin dalam pilihan.
Ketahuilah, goyah itu agar ia tak keras dan mengarahkan.
Bingung juga bukanlah linglung, namun urung mendahului.
Semua atas rasa hormat dan santun, unggul dan anggun, bahwa dengan begitu, benarlah ia seorang PEREMPUAN.

No comments:

Post a Comment

Refleksi Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana Satuan Pendidikan

  Tiga hari terakhir saya fokus pada satu kegiatan yang bagi saya cukup istimewa: menjadi fasilitator dalam kegiatan Kesiapsiagaan Bencana b...