24.4.09

Cinta untuk Rigel

Rigel, izinkan aku bicara cinta. Cinta, entah kosa kata yang diperkosa. Kukira, biruku dan birumu Rigel, pun kan berada dalam fatamorgana. Rigel, bagiku cinta bukan budi, bukan kesetiaan disisi, atau pandangan semu. Ah, aku masih belum bisa definisikan kata itu.
Dan Vega yang senantiasa menyisakan putih untukku, ya, putih pelambang kesucian kata orang, yang kan temani aku hingga jingga menerpa senja. Biarkan Capella redup kekuningannya. Bagai pelita yang terang dan tulus sinariku. Temani malamku yang kian sunyi. Menginspirasi. Betelgusa, merah yang kian membara. Andaikan Sirius tetap bersama, putih yang kebiruan. Tentu akan kuajak mengitari taman Azure.

Hey, kata legenda, taman langit itu ada bidadari. Tapi ku tau itu hayalan! Egois memang jika aku mengata AKU. Atau Actrurus merah jingga yang berpadu. Indahnya senja. Pilunya hati ketika mentari pergi kelam menjelang. Denganmu disisi memadu kaki langit dan batas pandang.

Yakinku, cinta untuk Rigel. Menantimu yang padukanku biru, dari diri yang menyepi, semakin jauh, birumu semakin cantik.

No comments:

Post a Comment

Catatan Tentang Perubahan CP PAI dari BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 ke BKPDM Nomor 020 Tahun 2026

Literasi Al-Qur'an Jangan Terlupakan dalam Capaian Pembelajaran PAI Pembaruan Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Agama Islam melalui K...