5.5.12

Bukan Progeria #2

Dari : http://darkness4juna.blogspot.com/2011/03/fakta-anak-8-tahun-tampak-seperti.html

***
 
Anak2 dengan penyakit progeria memang jarang ada tapi penyakit itu sudah ada dari dulu. Yang aneh adalah yang kebalikan dari penyakit progeria. So far baru ditemui 1 kasus selama ini. Brooke Greeberg dari USA ini sudah berumumr 17 tahun tapi fisiknya masih seperti anak berumur 1 tahun.



Brooke Greeberg - kedua dari kanan

Bukan Progeria #1

Saya kutip artikel ini di laman lain.. menarik..

 ***

Minggu, 27 November 2011


Unik, Balita Berusia 16 Tahun

M-AZKA.com - Didiagnosis dengan kromosom peculiarity atau sindrom genetik, perempuan yang sekarang berusia 16 tahun , Brooke Greenberg, tidak berkembang sesuai dengan usianya.




Ayahnya berpikir dia adalah “fountain of youth” dan ingin tahu mengapa tubuhnya tidak berkembang. Menurut Ilmuwan Giginya sama dengan anak balita dan tulangnya sama dengan anak berusia 10 tahun di usianya yang ke 16 tahun ini. Otaknya tidak berkembang sesuai dengan yang seharusnya dan organ dalam yang tidak sinkron

Seperti di beritakan situs Thaindian.com di sisi lain penyakit kebalikannya adalah Progeria syndrome dimana inti sel menjadi tidak stabil yang menyebabkan penuaan lebih cepat dari waktunya.





Brooke tidak pernah berbicara dengan suara bayi. Pada saat yang sama ia tertawa ketika melihat kakaknya bercanda . Ibunya percaya bahwa anaknya, Brooke, mengalami perubahan setiap harinya namun tidak dalam bentuk fisik tetapi dalam hatinya. Dia sekolah di Baltimore Sekolah Umum pendidikan khusus di bagian khusus untuk anak-anak.

Brooke Greenberg, keluarganya mengatakan, memiliki kekuatan luar biasa dalam penyembuhan. suatu ketika ia didiagnosis dengan tumor otak, dia tidur selama 14 hari dan bangun dengan tumor tidak ada. Dia juga memiliki serangan otak yang menurut pernyataan dokter bisa menjadi stroke, tetapi dia kembali sembuh tanpa merusak apapun. Keganjilan lain dalam masalahanya adalah siklus kehidupan. Dokter tidak tahu berapa lama ia akan hidup.

2.5.12

Masalah Buat Loe?


Asiikk.. Bahagia banget pas ketemu gambar ini di FB temen! Hahaha. Lucu ya?!

Nah, gambar ini PAS banget buat Blog saya.
Seorang teman bilang ke saya, "Eh, Blog kamu Realistis ya?!" 

Ya...begitulah kira-kira. Dunia kita nyata. Hal-hal yang akan diambil ibrah/pelajarannya pun dari yang nyata-nyata toh? Walaupun ga semua, tapi emang kebanyakan tulisan saya di blog ini REALISTIS. Ya, namanya juga CATATAN... :)

Sesekali, saya juga suka ngayal, ngimpi, dan lain-lain yang berbau tak nyata kok. Tapi ya, yang namanya diri kita, begitulah..adanya. Dan saya perlu sampaikan ini.. 

==> Blog Saya Lebih Real..  EMANG KENAPA? MASALAH BUAT LO?
#Hehehe, Asiikk.... Peace Ya!? :))


With Luv : Nimiasata
2012

Buhua Sentak Atau Mati?



Suatu malam, saya ditanya seseorang. “Buhua Sentak atau Mati?” 

“Kalau buhua sentak masih bisa gantiang kan, “ lanjutnya. 

Hahaha. Kemudian barulah saya mengerti maksud ajakannya. Sebelumnya ia mengajak saya berdebat, diskusi.

“Ada acara apa, debat tentang apa, dan dimana?” saya ingin tahu.

Personal, katanya. Wah, diskusi apa tuh, yang cuma berdua?  Jalan pula?!  Pikir saya.
Dia memang tak salah, ya, diskusi berdua yang ia maksud itu rupanya diskusi “masa depan”. 

“wah, kalau baduo, ndak dapek ijin dari Uda wak do kawan. Sadang lai rami-rami di organisasi se lai diliek-liek juo dulu.” Saya jawab santai. 

“yolah, wak mangarati..bla.bla.bla.” lanjutnya.

**
Jeng.jengg……
Apa pentingnya saya tulis ini??

Penting dong! Ini pelajaran! :D
Banyak diantara kita yang kadang tidak menyadari tentang ‘pembatasan’. Kita perlu membatasi jika ingin tetap ada sekat. Dan, saya kira selagi belum ada yang menghalalkan atau langkah pasti menuju ke sana, tetap perlu ada sekat. 

Kita bukan tak baik. Toh kita menghagai mereka sebagai kawan, sahabat, saudara. Semua tetap dijaga silaturahimnya. Tapi, jika yakin tak akan menempuh jalan itu, jangan coba dekati dan coba main-main. Kita atau orang lain akan tersasar dibuatnya. Nah, siapa yang akan berbalik dan tahu jalan keluarnya?
Atau, jika belum waktunya bersimpang, kenapa harus berbelok? Jalan lurus saja terus, kalau dirasa sudah harus berkelok, pilihlah simpang untuk berkelok. Dan pilihan itu hanyalah soal waktu.  

Masalahnya, saya dapati seorang teman yang terkesan dengan mudah memberi harap. Tak tegas dalam bersikap. Ia runtuhkan citra positifnya sendiri. Itu dulu, dan saya tak tahu bagaimana dengan hari ini. Saya sempat jelaskan, dengan bersikap begitu ia malah akan kehilangan semua sahabatnya. Jadi lebih baik memilih sahabat-sahabat yang banyak secara ‘profesional’ dari pada mem’personal’kan sahabat-sahabat yang telah lama dibina.

Maka, malam itu, saya jawab mantap. “Buhua mati, ndak buhua sentak lai do.”

***

Dan, sedikit dalih (bukan dalil) malam itu, saya bermohon ampun kepada Tuhan. Bukan maksud menyakiti, tapi ya begitulah, karena hati saya tak memilih Anda.  Itu saja, sederhana bukan?! Buhua mati bukan buhua sentak!  :)

Legendaris Atau Parlente?

Setiap pagi saya dihadapkan pada pilihan! Memilih Legendaris atau Parlente? :)
Kalian tahu? Dua kata itu adalah 'nama' bus dan mini bus yang akan saya tumpangi setiap pagi menuju sekolah.
Murahan ya, tulisan saya? Ya, bagi saya, yang namanya catatan ya begini-begini saja. Apa yang terlintas, perlu rasanya saya tuliskan. Kalau ada yang baca dan menikmati, sok.. sama-sama kita menikmatinya. Ibarat saya sedang bercerita padamu, dan kamu akan ikutan tertawa pada tawa saya, atau turut merungut pada kekesalan yang saya rasakan.

Tapi, tenang saja, ada waktunya kita akan bercerita dengan ilmiah, berkomentar tentang bangsa yang 'riweuh' ini. Tentang mbak Angie; eks perempuan Indonesia yang terjerat korupsi dan mencicipi bui , tentang bu Endang dan kanker paru-parunya, atau tante Liliana yang eksis dengan Miss-miss nya.Juga barangkali, saya akan bagi kisah Perempuan-perempuan hebat di kota saya, dan kemudian kita akan bertukar kabar. Asik bukan?

Kali ini, kembali dulu ke Legendaris Atau Parlente.
Legendaris, adalah merk mini bus menuju sekolah saya, yang keren abis! Bersih asik! Ngebut dikit sih. Tampak luar, mobil tahun 2010 ini di cat merah. Keren. Interiornya juga ga kalah hebat. Di pojok kiri depan, ada satu cermin kecil yang memantulkan penumpang yang duduk tepat di belakang sopir ke arah pandang sopir. Di bagian tengah mobil ada TV kecil. Lewat Tv itu penumpang dapat menikmati lagu-lagu anak muda yang lagi-In gitu. Keren euy! (Nah, coba dihitung, sudah berapa kali saya tuliskan kata 'keren'? :D )

Legendaris tak pernah ambil antrian, atau sekedar parkir memuat penumpang di persimpangan. Ia tancap terus. Karna memang sudah dikenal 'bus nembak', maka pegawai/penumpang rutin/harian lebih mempercayakan diri mereka menumpang mini bus ini. Tak akan telat. Karena di dekat bola stir, di depan sopir, ada jam digital. Keren (lagi kan!?).

Dan satu lagi, Legendaris hebat ini, memberikan pelayanan prima (ce ilee.. :D) pada penumpangnya. Drivernya cerdas! Saya sering menikmati aksi mengemudi sopir Legendaris ini. Serasa nonton/terlibat langsung F1 gitu lah. Hahaha. (Lebay.com!) Yah, si driver pasti ingat anak satu tahunnya lah,,,pasti ia juga hati-hati. (saya tahu, sampai ke keluarga si driver loh ya?! )

Ya, Begitulah! Saya lebih memilih menunggu Legendaris daripada asal naik n menumpangi mini bus sembarangan. Di samping faktor kenyamanan kita tentu juga memperhatikan keamanan bukan. Itulah cerita saya tentang Legendaris.

Sekarang giliran si Parlente ya?!
Baiklah, Parlente adalah tulisan di bagian belakang Bus antar kota di provinsi kami. Bus ini juga yang sering saya tumpangi pagi hari menuju sekolah. Parlente juga tak kalah hebat dari si Legendaris loh! Apa coba hebatnya?? Saya yakin pertanyaan itu akan muncul! :D

Pertama, bus ini banyak bonekanya! hahaha. Yap, saya nyaman aja, ketika bus ini dipenuhi dengan bantal-bantal PINK n LOVE, juga boneka Marsupilami, dan boneka-boneka kecil lainnya. Asiikkk!
Kedua, Lagu-lagu yang diputar di bus ini asik punya! Walaupun lebih seringnya isi flashdisk si Uda sopir itu dipenuhi lagu-lagu lebay, sedih, galau punya. (Nah, sekarang kan lagi musim ke enam di Indonesia...musim Galau, setelah lima musim berturut :Musim Hujan, Musim Panas, Musim Dureen, Rambutan, Pancaroba dan Musim galau ! )

Ketiga, Pelayanan prima di bus ini juga hebat. Salut aja, drivernya selalu menyapa pegawai-pegawai (guru, Pegawai Kejaksaan, Pegawai Pengadilan, Bank swasta, dll) yang menumpang bus ini setiap pagi (saking seringnya, jadi kenal ; langganan gtu deh!). Coba, berapa pahala yang ditebar, setiap pagi senyum n sapa penumpang, sebagian besar, sebut nama lagi! Wahh..kalau seperti ini, kita pasti saling menghargai. Asiik kan?! (Oke, sekarang coba dihitung, berapa kali saya bilang "Assiik"? :D)

Di samping itu, saya dan penumpang lain merasa aman dalam bus ini, tak ada kebut-kebutan. Tapi tak pula santai. Ya, drivernya mengerti lah kondisi 'pagi' dunia kerja. Nyaman dan aman pula!

Nah, dua kendaraan inilah favorit saya setiap pagi! :)
Ini ceritaku...bagaimana ceritamu? #asiikk.. :D




Refleksi Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana Satuan Pendidikan

  Tiga hari terakhir saya fokus pada satu kegiatan yang bagi saya cukup istimewa: menjadi fasilitator dalam kegiatan Kesiapsiagaan Bencana b...