1.10.14

Radang Tenggorokan


Kadang, sakit itu bernilai baik untuk kita. Prosesi wisuda ful-ful-an yang tidak dibarengi dengan suplai gizi dan pola istirahat yang baik membuat sistem imun tubuh saya akhirnya menyerah. Alarm dilengkingkannya lewat tenggorokan. Ya, saya diserang radang tenggorokan. Nilai baiknya, saya akhirnya sempat buka blog ini. hihi

Seorang teman di sekolah bertanya, saya teriak-teriak dimana, hingga diserang radang tenggorokan. Haha. Tidak, tidak. Radang tenggorokan merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Katanya, tertular virusnya sekitar 2-7 hari sebelumnya. Adapula yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.  Infeksi tersebab bakteri ini perlu penanganan serius dari dokter, karena dikhawatirkan dapat menjalar ke katup jantung dan dapat menyebabkan penyakit Demam Rhematik.

Saat terasa sakit ketika menelan, saya berpikir kalau itu adalah amandel yang meradang. Dulu sewaktu masih SD saya pernah sakit itu sih. Hihi. Isu yang terekam oleh saya dari dulu, penyakit itu karena sering makan permen karet dan es. Ya, akhir-akhir ini saya memang tidak memperdulikan pantangan itu lagi. Dan, ternyata sakit yang saya rasakan bukanlah akibat amandel yang meradang, tapi radang tenggorokan. Setelah cari-cari di internet, wow! mengerikan. gambar-gambar akibat radang tenggorokan itu amat mengerikan.
Merah, bintik putih, dan adapula yang lebih parah.

Ciri-ciri lain dari penyakit ini adalah bagian tenggorokan berwarna merah cerah. Suhu badan meningkat atau demam dan sering kali disertai dengan menggigil. Malam sebelumnya memang saya rasakan dingin sangat.

FG Troches
Solusinya, setelah saya konsultasikan ke dokter, katanya perbanyaklah minum air putih hangat. Berkumur dengan air garam juga bisa dan makan permen mint. Sedang antibiotik yang saya konsumsi saat ini adalah FG Troches.

Selain itu, yang lebih utama adalah menjaga pola makan yang lebih teratur, pola istirahat dan hal-hal yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun.



So, untuk ke sekian kalinya, saya menghimbau, mariiiiii.... makan teratur, suplai gizi cukup, istirahat yang cukup, dannn bagi teman-teman saya yang masih merokok, untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. ITU! 

:)

21.9.14

Wacana Bus Gratis Pelajar

Perhatian Pemerintah Kota Pariaman, menyikapi tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar agaknya perlu diacungi jempol. Pemko Pariaman terhitung 22 September ini memberlakukan pelayanan bus gratis untuk pelajar di wilayah pinggiran kota. (PadEk) Hal ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk kenyamanan transportasi pelajar kota itu.

Merujuk pada data Liputansumbar angka kecelakaan di Sumatera Barat meningkat 10 persen terhitung tahun 2013. Diketahui, 71 persen dari kecelakaan itu adalah pengguna sepeda motor. dan rata-rata terjadi sepanjang pukul 12.00 -18.00. Bili dilihat lagi, waktu  tersebut merupakan jam-jam sibuk, termasuk aktifitas pulang sekolah para pelajar.


Kota Padang Panjang yang hanya seluas 23 km persegi memiliki tiga SMA, dua SMK dan lima SMP. Sebagian besar pelajar menggunakan kendaraan roda dua sebagai alat transportasinya. Besarnya kebutuhan terhadap sarana transportasi publik yang nyaman, hendaknya juga menjadi prioritas pemko.

Pemko Bandung sudah memberikan fasilitas bus gratis sejak akhir tahun 2013 lalu. Meskipun gratis yang diberikan Damri, untuk sekitar 10 ribu pelajar hanya setiap hari Senin. Dana itu disponsori tunggal oleh salah satu bank syariah. Nah, bagaimana kiranya 'kota serambi mekah' ini, bisa bekerja sama pula dengan lembaga-lembaga atau baitul mal sejenis?

Dampak Terhadap Angkutan Kota

Salah satu dampak dari adanya kebijakan bus gratis pelajar adalah kepada angkutan kota. Jika nanti kebijakan tersebut diberlakukan, barangkali tidak akan berdampak besar kepada pengusaha angkutan umum. Karena pelayanan bus ini ditujukan kepada pelajar saja, dan pada waktu-waktu tertentu. Seperti membagi shift dan jatah rute.

Pola pembagian shift dan jatah rute itu memungkinkan pelajar untuk lebih disiplin mengatur waktu berangkat sekolah, meminimalisir keterlambatan sampai di sekolah. Di samping mendisiplinkan dengan aturan razia pol PP juga dapat membantu kebiasaan baik tersebut. Shift dan rute hanya sebagai pengganti penggunaan kendaraan roda dua siswa, sekedar pembatasan saja.



Perhatian terhadap pengadaan bus gratis pelajar ini barangkali dinilai lebih positif oleh masyarakat dibandingkan dengan ide modifikasi mobil dinas 'keren' lapis stiker black dov.

#ehem


20.9.14

Jenuh


 Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi ku dengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela tak lagi kucerna di dalam jiwa
*

*

Oh. Bukankah ku pernah melihat bintang.Senyum menghiasi sang malam...


***
Kita pasti pernah merasa tak tepat berada pada suatu kondisi. Merasa tidak tepat, tak pantas dan tak mampu, pada suatu tugas yang bukan bidangnya, atau mengambil alih sesuatu yang bukan bagiannya? Meskipun ada yang bilang, bahwa tak baik mengatakan bahwa kita tak mampu. Ah.  

Lirik lagu lama Padi itu lantas terasa begitu kuat, membangun kembali kekuatanku menghadapi hal tertentu beberapa waktu terakhir. Kata kawanku, dunia ini kadang membuat kita jenuh. Penat lahir batin. Hahaha.
tapi tunggu dulu, tentu tak selamanya begitu bukan? Kita lebih khawatir dianggap menjadi hamba yang tak tau syukur terima kasih kepada sang pengatur semua. Ini bukan soal syukur-syukur, hehe, anggaplah saja ini 'catatan waktu' semata. Ada duka, ada suka. Ada semangat, ada penat. Sayangnya, semangat lebih susah datang lagi, mendekat. Itu saja.

Bila terbiasa dengan semangat, sesekali ada saatnya kita merasa lemah dan rapuh. Apa namanya? Senioritas? Intervensi? Jenuh barangkali? entahlah.

Ya, barangkali lirik lagu itu begitu tepat,
Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi ku dengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela tak lagi kucerna di dalam jiwa

dengan begitu, setiap pikiran-pikiran negatif itu muncul, pesimis mendekat, terbayang pula bahwa ini hanyalah "mimpi yang terputus".


Bukankah hidup ada perhentian. Tak harus kencang terus berlari. So, we need to refresh 'it'? Pertama, peduli apa dengan kata mereka. Mereka hanya berkomentar, bukan bekerja. Kita bekerja bukan pula untuk mereka. Bila saja 'pekerjaan' itu dihibahkan kepada mereka, apakah ada kekuatan, kesiapan dan kesediaan mereka sepenuh hati? Bersedia-kah? Nah. Peduli apa dengan kata-kata tak penting itu.

Ku helakan nafas panjang..
Setiap kali saya harus melangkah ke ruang itu, inilah yang saya lakukan. Hela nafas panjang, menghembuskan. Syukur-syukur keluar dari sana, yang ada adalah senyum mengembang. Setidaknya, jika senyum itu tak dapat, tentu ekspresi wajah datar adalah pilihan terakhir. Tak akan, saya tak akan menjadi anak muda yang bodoh. Datang dengan emosi, keluar dengan amarah. NEVER!!

Tuk siap berlari kembali..
Yap. Selanjutnya, kita perlu move on. Lelah itu biasa. Peluh dan penat tak akan jadi penghalang. Tak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Tak ada hasil tanpa usaha dan proses. Bila jenuh kemudian melanda, kita hanya perlu berhenti sejenak. Itu hanyalah sebagai mimpi yang terputus. Kita akan bahagia dan puas dengan kerja keras dan kerja cerdas yang terus kita upayakan. Mencapai mimpi-mimpi.

#YES! ---seri memotivasi diri and curhat juga. Hahaha

20.5.14

Pulau Angso Duo; Destinasi Cantik Saat Cuaca Cerah



Pulau Angso Duo
Okay. Tujuan liburan singkat saya beberapa waktu lalu adalah Pulau Angso Duo, Pariaman, Sumatera Barat. Pulau Angso Duo merupakan salah satu pulau di antara beberapa pulau kecil di seberang Pantai Gondoriah Pariaman. Keberadaan tempat wisata ini cukup strategis, dekat dengan sumber makanan bagi yang menyukai wisata kuliner, dan dekat pula dengan sarana transportasi publik, stasiun kereta. 


Di antara pantai-pantai nan elok di wilayah Pariaman ini adalah Pantai Kata. Namun pantai di sekeliling Pulau Angso Duo jauh lebih elok. Cantik sekali saat cuaca cerah. Pantulan langit biru ke laut sungguh indah. Pasir putih, air jernih dan ombak yang ‘ramah’ menjadikan pulau ini cocok untuk wisata keluarga.

Tepian pantai


How do we get there?
Nah, seperti yang saya katakan tadi, akses ke pantai ini cukup mudah dan murah. Dengan merogoh kocek tak cukup 50ribu dari wilayah Padang dan sekitarnya, kita dapat menikmati liburan singkat seharian. 


 Budget

Jika kita berada di kota Padang, cukup merapat ke Stasiun Kereta, Simpang Haru atau Stasiun Tabing. Harga tiket pagi, jam 06.00 WIB  adalah Rp.2500. Usahakan beli tiket sehari sebelum keberangkatan. Karena biasanya beli tiket saat pagi itu, terlebih hari libur, kita bakal tak kebagian.  Dan solusinya, jika Anda ketinggalan kereta atau kehabisan tiket, cukup bersabar saja, masih ada kereta jam 08.30 berikutnya. Namun, harga tiketnya juga berbeda, Rp. 13 ribu.  


 Setelah menikmati perjalanan Padang-Pariaman, kita akan sampai di Stasiun yang tepat berada di depan Pantai Gondoriah. Sebelum menyeberang ke pulau, ada baiknya kita menyiapkan bekal air  minum dan makanan kecil untuk di pulau. Tak perlu mencari-cari, kita justru akan ditanyai oleh penjual makanan pinggir pantai, dan ditawari menyeberang dengan menggunakan perahunya. Tarif penyeberangan menggunakan perahu kayu ini adalah sebesar 30ribu rupiah (PP). Jangan lupa simpan nomor hp pemilik perahu yang dapat dihubungi, untuk dapat kembali ke pantai Gondoriah.
Perjalanan dengan perahu tak lama, kira-kira 15 menit.
Dan.. kita akan mendarat di pulau yang berpasir putih ini…





Selanjutnya, kita dapat mengelilingi pulau ini. Tidak butuh waktu lama untuk dapat kembali ke tempat semula. Di pulau ini, juga ada makam Panglimo Kacang Hitam (seorang penyebar agama Islam). Makam sepanjang 3 meter ini terletak di tengah-tengah Pulau Angso Duo. Di dekat makam juga berdiri Surau Katik Sangko.Bila sudah siap kembali ke pantai Gondoriah, tinggal calling si Uda yang bawa perahu tadi. Mudah kan? :) 

Menikmati keindahan Pulau Angso Duo akan lebih terasa jika cuaca juga mendukung.(*)



>>> Sesi narsis..  



Melaut kita melauttt... :D
Raran dan Fa :)
sehaaa...begaya :p





12.5.14

Tiga Masa Kehidupan




 Dalam perjalanan pulang suatu sore, saya menyimak pembicaraan sopir angkot dengan seorang ibu dan ‘pak haji’ yang duduk di dekatnya. Selintas saya mendengar pembicaraan itu kian meluas. Mulai dari kriteria calon presiden yang merakyat, harga sayur dan cabai di pasar, kemiskinan sopir angkot tersebab murahnya kredit motor, padahal tingkat kecelakaan sudahlah meningkat, dan sebagainya. Saya tak mendengar cerita itu secara serius. 

Namun satu tema kemudian menjadi menarik. Katanya, dalam kehidupan ini kita akan menjalani tiga masa. Dalam bahasa Minangnya masa itu adalah; partamo, maso Ayam Jantan. Kaduo, maso Kusia Bendi, dan katigo maso baruak tuo. 

Katanya lagi, Maso Ayam Jantan itu, Dima batenggek sinan bakukuak. Inilah masa-masa Anak Muda. Kehidupannya butuh eksistensi. Di mana pun ia berada ia perlu pengakuan sekitar. Inilah aku! Maka mereka yang dalam masa ini, menuntut dirinya mencari dan mencari, mengejar apa yang diinginkan, tak merasa cukup dan puas. Memiliki obsesi yang tinggi terhadap sesuatu. Tak cukup sabar menerima keadaan yang bukan sesuai dengan keinginannya yang ideal. 

Maso kedua disebut maso kusia bendi. Pada masa ini, anak muda itu mulai berpikir dewasa. Menetapkan pilihan, dan menyiapkan diri dengan segala konsekuensi. Bila lelaki bujang, ia telah berkehendak menikah dan siap menjadi suami dan bapak. Bila seorang perempuan, ia menerima konsekuensi siap menjadi istri dan ibu dengan segala tanggung jawabnya. 

Dan maso baruak tuo, dianggap sebagai masa-masa lansia. Bah, bagian ketiga ini tidak dapat saya dengar, karena sudah sampai dan harus turun. Sayang sekali. Saat saya tanya lanjutan yang ketiga ini, bagaimana penjelasannya, kata Ayah, pada masa ketiga ini, semua yang dilakukan orang tua *orang yang sudah tua* selalu salah. Dihardik dan dibentak. Kalau telinga mulai tak mendengar, apapun yang disampaikan orang terdengar pelan. Kok ta ariak ati taibo. Bajalan lambek, ba ansua ansua. Makan baserak-serak. Nyinyia.

Demikianlah. Ketiga masa yang mesti kita lalui dalam kehidupan ini. Anda, Saya dan kita semua akan melaluinya. Bila beruntung, kita akan dapati kehidupan efektif. Dapat berbuat banyak pada usia yang tak panjang. Namun sayangnya, tak sedikit pula yang panjang umurnya, tapi sedikit yang bisa dibawa ke kehidupan setelah mati. Tak ada bekal, sedang janjian sudahlah tiba. 

Itulah kenapa, dalam al quran disebutkan wa man nu’ammir hu nunakkis hu fil khalqi. Siapa yang kami panjangkan umurnya, kami kurangkan dlm penciptaannya. Indera penglihatan mulai kabur, telinga mulai tak jelas mendengar, kekuatan mulai rapuh. Dan menjadi tua itu bukan suatu pilihan. 

(*)
 

Usai shalat, sesampai di rumah, saya lalu berdoa,  jika Tuhan berkehendak memisahkan kehidupanku dan kedua orang tuaku, izinkanlah kami dapat berbuat lebih banyak untuknya terlebih dahulu. Jangan biarkan kami tak sabar menghadapi masa tuanya. Namun jika kehidupanku lebih singkat daripada mereka, biarkan kami membahagiakannya dalam usia ini dan tetap bahagia sepeninggal kami. Perkenankanlah.

Refleksi Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana Satuan Pendidikan

  Tiga hari terakhir saya fokus pada satu kegiatan yang bagi saya cukup istimewa: menjadi fasilitator dalam kegiatan Kesiapsiagaan Bencana b...