12.5.14

MY "mei" WORD #5

"Someone truely love u never really leave u"

>> finnally.. she/he got married.. setelah berpetualang kian kemari... ah, kalo jodoh ga kemanaa sodarah.. :D selamatt yaa.. berkah insha allah. :)


"Hati manusia berada di antara dua jemari Tuhan, Dia membolak-balikkannya menurut kehendakNya"

"Love is one long sweet dream, and marriage is the alarm clock."

>>>  Still about Mei... saia dapat undangan banyak banget Mei ini.. haha. apa karna tanggal merahnya juga banyak ya? :D

Kayanya : May become "love month" dehh..selamat yaaa...
;)


23.4.14

Menilai Dini Kurikulum Baru



Kurikulum 2013 telah memasuki tahun kedua implementasinya. Menurut teori evaluasi, kurikulum baru bisa diselenggarakan secara rutin dan bergiliran setelah semua perencanaannya dijalankan. Jenis evaluasi formatif dapat dilaksanakan setiap tahunnya sampai dengan tahun ajar 2015/2016. Sedangkan evaluasi sumatif dapat dilaksanakan pada tahun 2016 mendatang. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, ide, dokumen dan implementasi kurikulum tersebut. 

Maka sepanjang evaluasi secara menyeluruh itu belum terlaksana, tentu tak dapat ditetapkan bahwa kurikulum yang tidak lagi baru ini bagi sejumlah Negara (Finlandia, Jerman, dan Prancis) dapat mewujudkan cita-cita pendidikan nasional Indonesia. Hal ini dapat pula dilihat dari terlaksana atau tidaknya proses pembelajaran serta penilaian sebagaimana dikonsep oleh penggagas kurikulum ini. 

Di antara keunggulan yang digadang-gadang dalam proses pembelejarana berbasis kurikulum 2013 ini adalah integrasi tiga komponen mendasar output belajar itu sendiri. Pertama, attitude atau tingkah polah pembelajar yang terpola, yang mestinya sudah lebih baik daripada sebelum belajar. Kedua, Skill. Keahlian dan kompetensi adalah modal yang diberikan kepada pembelajar selama masa pendidikan. Diharapkan dengan skill tersebut, output kegiatan belajar itu dapat menghadapi tantang dunia yang serba canggih dan global ini. Dan ketiga, knowledge. Tanpa dasar pengetahuan yang cukup, tentunya pembelajar ibaratkan ksatria yang kehilangan jurus. Modal berani menantang saja tak cukup. 

Melalui ketiga komponen ASK (attitude, skill dan knowledge) ini, secara aktif pembelajar diharapkan mampu mengamati, bertanya dan menalar materi/tema yang diberikan guru di kelas. Sehingga, guru tak hanya sebagai seseorang yang “digugu dan ditiru” saja, melainkan guru dituntut mampu mengarahkan, mengajarkan dan menjelaskan materi yang dikonsep dan disiapkan oleh pembuat kurikulum. Di sini, bisa pula berlaku pepatah guru pintar semalam.
Selain itu, tugas guru adalah melakukan penilaian terhadap personal siswa, mengukur ketercapaian masing-masing siswa terkait kompetensi yang ditetapkan. Guru harus tahu sedalam apa pemikiran siswa berkenaan dengan tema. Lalu, menilai portofolio dan mengecek tugas-tugas kelompok dan mandiri siswa. 

Tugas ini menjadi tidak enteng begitu saja manakala kelas rata-rata diisi dengan jumlah ‘gemuk’ siswa, mencapai 38 orang. Ditambah lagi dengan tuntutan kreatif guru menyiapkan format dan bentuk penilaian sendiri bagi siswa. 

Selama dua tahun berjalan, sudah adakah penilaian ‘sederhana’ seperti yang diharapkan kurikulum 2013 itu terlaksana di sekolah-sekolah? 

Katakanlah, secara teori sudah dilaksanakan. Lalu, mari dipantau lagi, bagaimana akhirnya nilai didapatkan pada akhir proses pembelajaran. Akan sangat memprihatinkan sekali jika siswa dengan kemampuan rata-rata, tidak bersungguh –sungguh dalam proses mendapatkan nilai tuntas, tersebab kekhawatiran guru akan tuntutan remediasi siswa. 

Rasionalnya, 2/3 dari kelas adalah siswa yang dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Seperti adanya asumsi bahwa dalam setiap populasi yang heterogen, terdapat sepertiga kelompok yang baik, sepertiga sedang dan sepertiga lainnya yang memiliki nilai kurang. Sebutlah nilai kurang ini dengan mereka yang mendapat nilai tidak melewati standar ketuntasan. 

Jika jam tatap muka guru sesuai Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja guru (PK guru) adalah 24 jam, maka untuk dua jam pelajaran per-minggu, guru tersebut akan mengajar di dua belas kelas. Jika masing-masing kelas terdiri dari 36 orang siswa, sepertiganya adalah siswa yang butuh remediasi/pengulangan kembali, maka tugas guru selanjutnya adalah membina siswa sejumlah 12 kelas x 12 siswa. Maka, setidaknya sebanyak 144 siswa butuh remedial satu materi pelajaran tersebut.

Pertanyaannya, remedial macam apakah yang dapat dilakukan dengan keterbatasan waktu dan kemampuan  si guru seperti itu? Terlebih lagi, mengutip tulisan Husamah dan Yanur S dalam bukunya Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi, bahwa “jika kualitas guru seburuk saat ini, sekolah justru semakin menggerogoti kemandirian dan imajinasi, bahkan juga mengasingkan murid dari kehidupan nyata sehari-hari”. 

Maka akhirnya gurulah yang akan terasing dari kehidupan nyata bilamana, satu; guru perlu belajar kembali, menguasai, mencari dan mencerdaskan dirinya sebelum mencerdaskan siswanya. Dua, guru perlu merancang proses penilaian siswa secara personal dengan kelas “gemuk”, melakukan evaluasi terhadap pengamatan, penalaran, pertanyaan dan pengayaan masing-masing siswa. Tiga, manakala tuntutan guide, teach dan explain juga disertai dengan tugas-tugas tambahan lain, adakah masanya menulis penelitian sederhana dan melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan diri. Empat, Kebutuhan pencerdasan guru masa kini, yang tidak dibarengi dengan pendidikan-pendidikan, pelatihan, arahan dan bimbingan dari pembuat kebijakan, penggagas kurikulum baru, menjadikan kurikulum ini terlihat ringan di pusat terasa berat di daerah. 

Perubahan kurikulum ini, nyatanya belum menjadi perubahan budaya belajar. Budaya pengoptimalan kinerja guru, juga pencerdasan siswa. Inilah evaluasi dini kurikulum baru, sebelum penilaiannya secara menyeluruh dilaksanakan tahun 2016 mendatang. 

25.2.14

Well, I'm Back!!

dari : vipwords
Hello..
finally i found 'the keys of my way' guys...
Aku temukan pasword blogku lagi Sodarah2!!
Alhamdulillah... ^__^

Lama ingin kembali, tapi rumah tak ada kunci. Jadi rasanya, tidak ngeblog hitungan bulan itu... sesuatu banget ya?! November, Desember, Januari, dan kini di pengujung Februari, semestinya ada banyak laporan yang bisa ada di laman ini. Ada banyak cerita hebat dan kelas berat yang bisa ditutur. Ada berbagai materi, makalah n catatan yang mungkin dibagi. 
Sayangnya,,, diriku sikit sibuk temans.. Saat itu, adalah waktu-waktu yang bisa disebut 'padat merayap'. *jiah , lebih tepatnya aku memilih menyibukkan diri saat itu. 

Saat ingin membagi, OMG..giliran si pasword yang sulit aku ingat.
Jadilah laman ini, bagaikan rumah yang dtinggal lama oleh pemiliknya. Rumput di halaman yang sudah tinggi, bebatuan yang mulai berlumut. Air sumur pun menjadi keruh. Ah, sudahlah.

By the way.. did u miss me?? Hahaha..

so, seterusnya,,akan tetap di sini, my Nimiasata's blog.
Berjumpa saia di sini untuk sejuta cerita berikutnya yaa.
CUB! c -u - bye... :)

23.11.13

Evaluasi Buku Ajar


Buku teks atau buku ajar adalah sarana belajar yang digunakan di sekolah  maupun perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran. Buku ajar merupakan salah satu unsur pokok kurikulum yang dapat membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Sebagian guru menjadikan buku ajar itu sebagai pedoman dan bantuan, karena ia dilengkapi dengan tugas dan latihan-latihan. Dengan kata lain, buku ajar dalam hal ini hanya menjadi buku suplemen. Sedangkan sebagian lainnya memfungsikan buku teks sebagai silabus, yang merupakan referensi utama dalam proses pembelajaran. 

Adanya buku ajar di sekolah, dapat dikarenakan oleh terbatasnya kemampuan guru dalam mengembangkan materi dan menyusun sendiri buku ajarnya. Selain itu, waktu yang terbatas juga menyulitkan guru dalam menyiapkan materi ajar pendamping, seperti modul, lembar kerja siswa, hand-out, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, guru dintuntut mampu untuk menentukan buku teks yang akan digunakannya dalam pembelajaran di kelas. 

Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru dalam menyeleksi buku ajar yang sesuai adalah dengan menganalisa buku dan melakukan taqwim/evaluasi buku, apakah buku tersebut layak dipakai dalam proses pembelajarannya atau tidak. 

Evaluasi menurut Ralp Tyler, adalah suatu proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana dari sesuatu yang belum tercapai sesuai yang diharapkan. Maka evaluasi buku ajar merupakan suatu proses pengumpulan data mengenai buku ajar, untuk mengukur sejauh mana buku tersebut bermanfaat dalam proses pembelajaran, lalu bagaimana menunjang penyusunan buku dan memperbaiki/ menyempurnakan kembali buku tersebut. 

Evaluasi terhadap buku ajar diperlukan untuk mengklarifikasikan kesulitan dan kekurangan yang harus dibenahi dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, ada beberapa jenis-jenis evaluasi untuk buku ajar, diantaranya:
a.       Evaluasi pendahuluan
Evaluasi ini dilakukan sebelum melaksanakan program yang telah ditentukan. Evaluasi ini juga berguna untuk mendapatkan data-data tentang tingkatan peserta didik yang akan menerima materi pelajaran.
b.      Evaluasi proses
Evaluasi ini merupakan lanjutan dari evaluasi pendahuluan. Evaluasi ini terjadi saat berlangsungnya materi pembelajaran yang mencakup penilaian tujuan, penilaian proses dan penilaian hasil.
c.       Evaluasi akhir
Evaluasi ini dilakukan setelah melalui fase-fase dari evaluasi perkembangan. Melalui evaluasi ini dapat diketahui, bagaimana hasil kemampuan siswa setelah menggunakan buku ajar tersebut.

d.      Evaluasi berkelanjutan
Evaluasi ini akan sempurna jika mengikuti perkembangan terbaru dalam pendidikan, baik dari segi materi maupun dari segi metode, serta perubahan sosial yang akan membawa kepada perbaikan pandangan dari metode yang digunakan.[1]


[1] Abdurrahman Ibn Ibrahim al-Fauzan, I’dad Mawad Ta’lim al-Lughah al-Arabiyah, (t.p. : t. Tp, 1428 H) hal. 101
 

=>> sekedar catatan kuliah :)


17.11.13

"Ke Carocok Ngapain Aja?" :)

Pulau Cingkuak dilihat dari Pantai Carocok, Painan
Ceria bersama
  
Kita lagi di motor boat/perahu. -tetep eksis- :D

Kalau kamu punya waktu untuk refreshing, ga ada salahnya mencoba mampir ke Painan Sumatera Barat.
Painan, kota yang terletak
60 km dari kota Padang ini, memiliki pantai yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga mempunyai sarana bermain yang seru.

Ke Pantai Carocok ngapain aja? *udah kaya tulisan di baju kaos versi Bukittinggi atau Jogja aja nih* :D
Oke, berikut saya sarankan, yang bisa dilakukan menikmati liburan sehari ke Painan.

1. Datanglah pada pagi hari. Sekitaran pukul 9 s/d 10 pagi itu, laut masih sangat cantik dan udara bersih untuk jepret-jepret. Mau poto-poto narsis, atau mengabadikan indahnya salah satu pantai di Pesisir Pulau Sumatera ini juga oke.

2. Dan, petualangan pun bermula. Kamu bisa berjalan-jalan menuju Pulau Batu Kereta melewati jembatan apung. Jembatan itu memanjang dari tepi Pantai Carocok menjorok ke laut. Ada halte2nya juga.  Pada tiap persimpangan jembatan ada gazebo tempat bersantai. Di pulau Batu Kereta, kita bisa nikmati keindahan batu-batu dan karang laut. Saya pernah liat kura-kura ninja juga. Eh, bukan, penyu kali ya. :D

3. Dari bibir pantai Carocok kita juga bisa ke Pulau Cingkuak. Di pulau ini, bagi yang suka tantangan adrenalin boleh mencoba permainan donut. *katanya sih donut, tapi bentuknya tidak bulat, persegi*
Permainan ini untuk empat atau enam orang. Cukup aman, karena ada tali pegangan. si donut akan ditarik oleh motor boat dan berayun di atas air. Boleh direquest juga kecepatannya. Adapula yang lebih aman, duduk manis di atas banana boat. Banana boat ini juga bisa direquest, mau jatuh dan basah-basahan atau tidak. hahaha. satu lagi, permainan seperti motorboat, jetsky (?). masing-masing tarif untuk permainan itu beragam, sekitar Rp 25ribuan. Bisa juga naik flyingfox. 

4. Masih di lingkungan Pantai Carocok, kita bisa menuju Puncak Langkisau. Dari puncak itu terlihat kota Painan, laut dan pesisir pantai daerah pesisir selatan.

5. Bagi yang suka senja, jangan lupa menikmati pesona keindahan alam matahari terbenamnya, jepret-jepret. *Cek-reeett*

6. Nyari makanan, aksesoris, oleh-oleh dan cemilan juga tidak susah, ada di sekitaran area pantai Carocok. Satu lagi, jangan khawatir, parkir pantai ini, -sekarang- udah makin luas.


Jadi, ke Carocok ngapain aja? :)


Refleksi Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana Satuan Pendidikan

  Tiga hari terakhir saya fokus pada satu kegiatan yang bagi saya cukup istimewa: menjadi fasilitator dalam kegiatan Kesiapsiagaan Bencana b...