Halo, ini sudah 2026 ternyata.
Tulisan di sini sudah lama terpendam, seperti halaman buku yang terselip di
antara waktu—tidak hilang, hanya belum sempat dibuka kembali.
Kadang hidup memang seperti musim.
Ada masa kita berbunga, penuh semangat dan cerita. Ada masa kita sepeerti musim gugur, diam, butuh hibernasi dan memilih menyimpan segalanya sendiri. Blog ini pernah ramai
oleh kata-kata, lalu diam. Mood lagi, menulis lagi. Tetapi karena hidup sedang sibuk mengajarkan banyak hal dengan caranya sendiri.
Saya belajar bahwa manusia sering kali seperti rumah—dari luar terlihat
kokoh, meski di dalamnya ada banyak ruang yang sedang direnovasi. Ada
tembok yang retak, bagian yang ingin diganti, ada
sudut-sudut yang lama dibiarkan berdebu, ada sisi yang memang sudah sepatutnya diganti.
Dan menulis, bagi saya, adalah cara membersihkan rumah itu.
Kadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas hari-hari, sampai lupa duduk
sebentar dan bertanya pada diri sendiri:
“Apakah semua baik-baik saja? Apa yang memberi makna dan apa yang perlu
diabai-biarkan?”
Waktu mengajarkan saya bahwa tidak semua yang tertunda berarti gagal.
Seperti matahari yang tidak pernah benar-benar terlambat terbit, setiap orang
hanya punya waktunya masing-masing untuk kembali bersinar. Hidup masing-masing yang tidak perlu dibanding-sandingkan.
Jika kamu membaca ini, mungkin kita sama—sedang belajar melewati fase-fase
kehidupan, menerima perubahan, dan memahami bahwa tumbuh tidak selalu terlihat
seperti pencapaian besar.
Mari kita mulai lagi.
No comments:
Post a Comment