19.12.09
Untukmu Bunda
meski cintaku tak terungkap lewat susunan kata,
bukan pun tiap hari,
tapi yakinlah, setiap doaku terselip untukmu, Bunda
love u Mom!
bukan pun tiap hari,
tapi yakinlah, setiap doaku terselip untukmu, Bunda
love u Mom!
Fren...
Fren..
I can't change your past with all it's heartache and pain,
nor the future with its untold stories.
But I can be there now when you need me to care.
I can't change your past with all it's heartache and pain,
nor the future with its untold stories.
But I can be there now when you need me to care.
1.12.09
SURAT UMUM KEPADA KITA ANGGOTA SUARA KAMPUS
Padang, 30 November 2009
Suara Kampus di Tengah Kebangkitan Media Kampus
Klise, bahasa yang dapat dilabelkan pada slogan “Membangun tri dharma perguruan tinggi, dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah”, jika hal tersebut tidak diikuti dengan kesungguhan berorganisasi dalam LPM Suara Kampus. Kepada pengurus tertanam berbagai kewajiban memenuhi visi dan misi yang telah disampaikan dan diharapkan untuk dituntaskan. Baik itu, tanggung jawab moril (pengkaderan), maupun tanggung jawab mnateril (apapun bentuknya, maaf). Kita hanya berharap pengurus tika mewariskan dosa apapun kepada generasi berikutnya, uga bukan nama kelam. meski secara individual ada senarai kesuksesan dibalik nama para pengurus. tapi satu hal yang dibutuhkan adalah, nama baik SK bagaimana? Adakah ingatan orang pada suatu prestasi yang dicapai pengurus antara periodenya. Memang butuh perhatian dan kesungguhan untuk perubahan yang lebih baik.
kita tentu saja masih ingat, ketika masih berkantor segadang cupak, oplah SK dan syiar nya tersiar kemana-mana. Atau ketika masalah diatasi tanpa masalah (slogan pegadaian), dijadikan solusi cerdas pengurus masa itu. Atau lbih jauh mengingat, kru yang hanya beranggotakan sekian orang, menyablon spanduk, agar menghasilkan "angka-angka" demi penerbitan. kini, kita terlalu manja untuk setiap rengekan kepahitan.
Kepada kita anggota, tentu juga terpatri bakti agar lembaga ini tetap kreatif dalam bidangnya. SK telah menemani kita dalam membentuk pla pikir kritis dan kreatif. Mengingat IAIN Imam Bonjol Padang, hari ini telah ditumbuhi berbagai media, yang barangkali saja terpancing hasratnya ada karena ketiadaan ‘wujud’ Suara Kampus. Memang kita tidak menafikan berbagai kendala, yang menyebabkan SK ‘susah dicari’.
Selayaknya, apresiasi kita disampaikan kepada berbagai media kampus yang juga concern terhadap dunia tulis menulis maupun lebih spesifik, Jurnalistik. Satu hal yang akan dipertanyakan nanti adalah, hal kecil apa yang mampu memberikan kebanggaan Suara Kampus dibandingkan media lain? Apakah, nama orang-orang besar yang tercantum sebagai Uda dan Uni, senior Suara Kampus? Atau prestasi para qudama’ (orang-orang terdahulu) yang telah mengharumkan nama Suara Kampus di panggung jurnalistik kampus?
29 November 2009, tepat ketika Suara Kampus berusia 31 tahun, hendaknya menjadi momen rehabilitasi atas citra dan nama baik yang telah melegenda di nusantara ini. Disamping sebagai upaya reintegrasi anggota yang mulai diam, vakum dan kaku dari kreatifitasnya masing-masing, yang barangkali salah satu faktornya disebabkan oleh pragmatik internal. Suara kampus tidak menjanjikan dana cair sebagai reward yang akan diperoleh, tidak pula popularitas dan lain sebagainya.
Menjadi tanggung jawab dan beban moral tersendiri bagi siapapun yang masih ‘bergetar’ hatinya ketika mendengar Suara Kampus disebut, untuk menjadikan Suara Kampus tetap eksis sebagai Lembaga Pers Mahasiswa satu-satunya pada institusi perguruan tinggi Islam di Sumatera Barat. Memberikan arahan dan bimbingan demi kemajuan baik dalam hal intelektual maupun kreatifitas.
Suara Kampus, satu tahun lalu kita bisa berjaya dengan karya. Meski menyisakan berbagai keruwetan dan corengan nama. Kembali, perubahan ada di tangan kita. Dirgahayu Suara Kampus yang ke XXXI, semoga tetap eksis membangun tri dharma perguruan tinggi dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Kor-Lip SK 08/09
*rupanya ada di draft!! i found it then (why not) to post it!! ^_^
Suara Kampus di Tengah Kebangkitan Media Kampus
Klise, bahasa yang dapat dilabelkan pada slogan “Membangun tri dharma perguruan tinggi, dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah”, jika hal tersebut tidak diikuti dengan kesungguhan berorganisasi dalam LPM Suara Kampus. Kepada pengurus tertanam berbagai kewajiban memenuhi visi dan misi yang telah disampaikan dan diharapkan untuk dituntaskan. Baik itu, tanggung jawab moril (pengkaderan), maupun tanggung jawab mnateril (apapun bentuknya, maaf). Kita hanya berharap pengurus tika mewariskan dosa apapun kepada generasi berikutnya, uga bukan nama kelam. meski secara individual ada senarai kesuksesan dibalik nama para pengurus. tapi satu hal yang dibutuhkan adalah, nama baik SK bagaimana? Adakah ingatan orang pada suatu prestasi yang dicapai pengurus antara periodenya. Memang butuh perhatian dan kesungguhan untuk perubahan yang lebih baik.
kita tentu saja masih ingat, ketika masih berkantor segadang cupak, oplah SK dan syiar nya tersiar kemana-mana. Atau ketika masalah diatasi tanpa masalah (slogan pegadaian), dijadikan solusi cerdas pengurus masa itu. Atau lbih jauh mengingat, kru yang hanya beranggotakan sekian orang, menyablon spanduk, agar menghasilkan "angka-angka" demi penerbitan. kini, kita terlalu manja untuk setiap rengekan kepahitan.
Kepada kita anggota, tentu juga terpatri bakti agar lembaga ini tetap kreatif dalam bidangnya. SK telah menemani kita dalam membentuk pla pikir kritis dan kreatif. Mengingat IAIN Imam Bonjol Padang, hari ini telah ditumbuhi berbagai media, yang barangkali saja terpancing hasratnya ada karena ketiadaan ‘wujud’ Suara Kampus. Memang kita tidak menafikan berbagai kendala, yang menyebabkan SK ‘susah dicari’.
Selayaknya, apresiasi kita disampaikan kepada berbagai media kampus yang juga concern terhadap dunia tulis menulis maupun lebih spesifik, Jurnalistik. Satu hal yang akan dipertanyakan nanti adalah, hal kecil apa yang mampu memberikan kebanggaan Suara Kampus dibandingkan media lain? Apakah, nama orang-orang besar yang tercantum sebagai Uda dan Uni, senior Suara Kampus? Atau prestasi para qudama’ (orang-orang terdahulu) yang telah mengharumkan nama Suara Kampus di panggung jurnalistik kampus?
29 November 2009, tepat ketika Suara Kampus berusia 31 tahun, hendaknya menjadi momen rehabilitasi atas citra dan nama baik yang telah melegenda di nusantara ini. Disamping sebagai upaya reintegrasi anggota yang mulai diam, vakum dan kaku dari kreatifitasnya masing-masing, yang barangkali salah satu faktornya disebabkan oleh pragmatik internal. Suara kampus tidak menjanjikan dana cair sebagai reward yang akan diperoleh, tidak pula popularitas dan lain sebagainya.
Menjadi tanggung jawab dan beban moral tersendiri bagi siapapun yang masih ‘bergetar’ hatinya ketika mendengar Suara Kampus disebut, untuk menjadikan Suara Kampus tetap eksis sebagai Lembaga Pers Mahasiswa satu-satunya pada institusi perguruan tinggi Islam di Sumatera Barat. Memberikan arahan dan bimbingan demi kemajuan baik dalam hal intelektual maupun kreatifitas.
Suara Kampus, satu tahun lalu kita bisa berjaya dengan karya. Meski menyisakan berbagai keruwetan dan corengan nama. Kembali, perubahan ada di tangan kita. Dirgahayu Suara Kampus yang ke XXXI, semoga tetap eksis membangun tri dharma perguruan tinggi dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Kor-Lip SK 08/09
*rupanya ada di draft!! i found it then (why not) to post it!! ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)
Selendang Koto Gadang
Menyulam Pernah dengar Sulaman Koto Gadang? Sulaman Koto Gadang, adalah sulaman spesifik Minangkabau yang berasal dari daerah K...

-
Tradisi Manyerak Bareh Kunik, merupakan salah satu bagian upacara adat pernikahan di Nagari Gunung, Padang Panjang. Berikut pantun yang ...
-
Bagian kedua Pantun Manyerak Bareh Kunik .. Janjirak buah janjuri Tiradah daun jilatang Tumbuah di batang baringin sonsang Siriah gal...
-
Suatu hari, di sela-sela perkuliahan, saya dan beberapa teman terlibat pembicaraan tentang guru masa kini. Bahwa guru, adala...