Posts

Pantun Manyerak Bareh Kunik #2

Bagian kedua Pantun Manyerak Bareh Kunik

..
Janjirak buah janjuri
Tiradah daun jilatang
Tumbuah di batang baringin sonsang
Siriah galak pinang manari
Mananti alek nan lah datang
Duduak basimpuah di rumah gadang

Kayu talatak daam rimbo
Bari baaukie batarawang
Lapiak takambang alek tibo
Cabiak siriah gatoklah pinang

Lah masak rambai nan manih
Sataun tupai mamanjeknyo
Anak daro rancak marapulai manih
Anak mandeh kaduonyo

Lah buliah suto pitalah
Diambiak pangarang bungo
Kito basyurkur kapado Allah
Anak surang lah jadi baduo

Balayia kapa ka taluak cino
Balabuah tantang limau manih
Juduan subang ka talingo
Jalinan cincin ka jari manih

Kaluak paku kacang balimbiang
Tampuruang lenggang lenggangkan
DIbaok urang ka saruaso
Anak dipangku kamanakan dibimbiang
Urang kampuang dipatenggangkan
Tenggang nagari jan binaso

Camaik padang siamuah
Ka baruah ka padang sarai
Lah tamaik kain bakabuang
Lah lusuah bacarai

Abang daulu mako ka kamaik
Takabia daulu mako sumbayang
Bacarai Allah jo Muhammad
Mako ba…

Pantun Manyerak Bareh Kunik #1

Tradisi Manyerak Bareh Kunik, merupakan salah satu bagian upacara adat pernikahan di Nagari Gunung, Padang Panjang.


Berikut pantun yang dibacakan saat Bundo Kanduang manyerak bareh kunik kepada dua orang penganten. (Mohon izin publikasi kepada bu Asnimar, Bundo Kanduang Nagari Gunuang, Padang Panjang)

Assalamualaikum mulo di sabuik
dimintak maaf sarato reda
kapado hadirin nan rami nangko

Kok indak tapuji ka nan patuik
Maklumlah sifat si manusia
Salah jo khilaf sarato lupo

Asyhadu alla ilaaha illallah
wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah

Adat basandi syarak
Syarak basandi kitabullah
Hutang di kito mamakaikan

Batu sangka balantai batu
Batu diambiak ka asahan
Niaik lah lamo nak batamu
Kini lah baru kasampaian

Lai bana baparak dasun
Dasun satambo duo tambo
Bukan pantun sumbarang pantun
Pantun bareh kunik payerak i marapulai jo anak daro

Lah kambang bungo kinango
Tumbuah sabatang di halaman
Kambangnyo di hari sanjo
Alah mah datang anak daro
Tagak sabanta di halaman
Salamo babincang jo ba…

Hujan Bulan Juni

Karya: Sapardi Djoko Damono tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Tidak Ada Matahari Senja di Sini

Tidak ada matahari senja di sini, 
kecuali yang terbit menjelang malam dari jendela
gedung-gedung menjulang. Bersinar seperti senyum
tiruan merahasiakan derita manusia ribuan tahun.

Di jalan-jalan, orang gegas tak berani menatap
langit.Takut mengakui kemalangan sendiri.
Mereka tidak paham kesengsaraan seseorang:
kolam paling bening untuk memandang kesetiaan
orang lain

Aku berhenti di depan kafe. Menonton film bisu
di kaca jendelanya. Tidak ada orang bicara. bahasa
melarikan diri dari lidah manusia pada jam-jam 
pulang kerja.

Aku menunggu malam menghapus separuh 
diriku.

Aku ingin menyelusuri jalan-jalan kota New York.
Akan kubiarkan semua orang melewatiku. Aku tidak
mau ada orang menoleh kepadaku. Aku tidak butuh
wajah-wajah asing itu. Anak kecil dalam diriku ingin
bermain tebak-tebakan. Punggung dan pinggang
siapa paling menyerupai milikmu.

Tidak ada yang peduli, jika aku salah dan kalah
berkali-kali. Tidak ada yang peduli. Termasuk malam
dan aku sendiri. 


#Tidak Ada New York Hari Ini
#Aan Mansyur
#hal 69

On-The Mandeh!

Image
Mungkin sedikit terlambat, di Nimiasata ada tulisan On The Mandeh ya. Tak apa,, kata orang biar terlambat, daripada tidak sama sekali.  Awal Mei ini saya bersama kawan di sekolah, jalan ke Mandeh.  Kawasan Mandeh merupakan paket komplit penyuka wisata bahari.  View yang tampak dari Puncak Mandeh sungguh memanjakan mata. Tak heran, bila ia disebut-sebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatera Barat. 
Dari Kota Padang, kita menempuh perjalanan sekitar 1 jam perjalanan.  Tak jauh dari gerbang masuknya, akan banyak ditemui agen-agen sewa perahu.  Dari tempat sewa perahu itu, butuh waktu sekitar 10-15 menit melalui jalur sungai untuk sampai laut.  Di sisi kiri dan kanan anak sungai itu, ada tanaman bakau dan tanaman pesisir lainnya. 
Ada banyak pulau yang bisa dilihat, atau bahkan didatangi pengunjung ke Kawasan Mandeh ini.  Di anataranya adalah Pulau Sironjong, Pulau Pagang, Pulau Sulthan/Setan, dan Pulau Marak.  Ada juga Pulau Sikuai, dan beberapa pulau lain yang sepertinya akses ke sana cukup t…

#Buku: For One More Day

Image
Judul buku   : For One More Day
Penulis         : Mitch Albom
Alih bahasa  : Olivia G
Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama
Tahun          : 2006
Hlm             : 248 hlm


"Biar kutebak, Kau ingin tahu kenapa aku mencoba bunuh diri." --kata-kata pertama Chick Benneto untukku.
---
Demikian tertulis kalimat pertama dalam buku ini. Saat membelinya, saya tertarik dengan buku terjemahan ini, karena tertulis "Pemenang Penghargaan "La Pluma de Plata" Spanyol. Sebuah penghargaan terhadap karya sastra di Spanyol. Dengan judul versi terjemahan, Satu Hari Bersamamu, disertai gambar seorang ibu dengan anaknya, juga menjadi alasan awal memilih buku ini. Setelah begitu lama buku ini di tangan, baru dibaca tuntas dan direview kali ini. *telaat..

Mitch Allom, mengisahkan tentang Chick Benetto alias Charles benetto, ibunya memanggil Charley alias Chikadoo, panggilan khusus Miss Thelma kepada tokoh utama. Charley adalah ayah dari Maria, suami dari Catherine, saudara Roberta, dan ana…

Orang Ketiga

-Di rumah biru, sebuah perumahan sudut kotaku-

Aku bukanlah seorang perempuan pengganggu rumah tangga orang. Apalah, mau menjadi orang ketiga di antara pasangan suami istri? Bukan, bukan aku! Justru rumah tanggaku tengah terancam seseorang, ya, orang ketiga itu. Kau mau mendengarkan? Baiklah, aku akan bercerita sedikit, kepadamu saja.  (Perempuan seringkali berkata demikian, -saja-, saat itu. Lain kali, ia bercerita kepada orang lain.)

Perempuan itu. Dia telah hadir dalam kehidupan rumah tangga kami, kira-kira sekitar sebulan yang lalu. Waktu itu kami bertemu di sebuah acara, semacam arisan orang-orang tempat suamiku bekerja. Dia memang sepertinya perempuan baik-baik. Bekerja baik, berasal dari keluarga baik-baik. Aku tau itu, saat sekilas dia pernah menyebut saudara perempuannya, seorang dokter di kampungnya. Padahal orang tuanya hanyalah seorang petani. Dan aku menyimpulkan, keluarga 'anak ini' pastilah baik.

Setelah berkomunikasi, dan merasa akrab, aku lalu mengajaknya, bebera…